Cost of Fund jadi Kunci Perbankan Menangi Persaingan

Cost of Fund jadi Kunci Perbankan Menangi Persaingan

Pemerintah Bakal Buka Rekening Bersaldo Rp200 Juta
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Cost of Fund (Cof) atau biaya dana menjadi kunci utama dalam persaingan di bisnis perbankan. Demikian disampaikan oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Institute dalam webinar Infobank Institute bertajuk Digital Banking Outlook 2022: Open Banking Transforming Business Models, Selasa, 5 Oktober 2021.

“Selama 30 tahun saya mengamati, itu dua hal yang bisa membuat bank bertahan di masa mendatang dan memenangkan persaingan,” ujar Eko.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, masalah utama yang terjadi di perbankan saat ini adalah intermediasi. Hal ini tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mampu tumbuh 10-11%, namuk kredit mengalami pertumbuhan yang sangat rendah yakni 0,5%. Ada beberapa faktor penyebabnya, yakni masalah demand.

“Nasabah-nasabah mengalami masalah. Waktu PPKM darurat, sama-sama takut. Bank takut, nasabah juga takut jadi tidak ada pinjam-meminjam,” tambahnya.

Kemudian, selama pandemi, Net Interest Margin (NIM) mengalami kenaikan sebesar 4,8% (tertinggi selama tiga tahun terakhir). Penyebabnya adalah menurunnya cost of fund, karena bank banjir dana, maka bank menurunkan suku bunga. Sementara, suku bunga kredit relatif lambat dalam penurunannya.

“Jadi bagaimana sekarang bank menyalurkan kredit dan bagaimana bank membatasi penerimaan likuiditas,” ucapnya. (*) Ayu Utami

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]