Teknologi

Confluent Private Cloud Permudah Perusahaan Integrasi Cloud ke Lingkungan On-Premises

Poin Penting

  • Confluent luncurkan Confluent Private Cloud untuk menjawab tantangan skalabilitas Apache Kafka di industri berregulasi ketat dengan membawa kemampuan cloud-native.
  • Solusi ini menggabungkan kelincahan cloud dan kontrol infrastruktur pribadi, melalui fitur seperti Private Cloud Gateway, jaringan cerdas, serta Unified Stream Manager.
  • Performa streaming ditingkatkan lewat Intelligent Replication yang mampu memberikan kinerja hingga 10 kali lebih cepat.

Jakarta – Sejumlah perusahaan kini semakin didorong untuk mengoptimalkan nilai data real-time. Namun, mereka masih dihadapkan sejumlah tantangan. Terutama soal regulasi ketat yang berpotensi mempersulit skalabilitas data streaming di seluruh bisnis.

Menjawab tantangan tersebut, Confluent, Inc pionir bidang data streaming meluncurkan Confluent Private Cloud.

Shaun Clowes, Chief Product Officer Confluent menjelaskan, Confluent Private Cloud mengatasi tantangan dalam menskalakan Apache Kafka® di lingkungan on-premise pada industri yang sangat ketat regulasi dengan membawa fitur-fitur cloud-native Confluent ke dalam lingkungan yang dilindungi firewall.

“Confluent Private Cloud membantu organisasi untuk menskalakan lebih cepat, beradaptasi dengan cepat dan mengambil keputusan dengan keyakinan real-time,” jelasnya dikutip 14 November 2025.

Baca juga: Laporan e-Conomy SEA 2025: 46 Persen Konsumen Belum Percaya Fintech Lending di RI

Menurutnya, data real-time adalah kunci untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Inilah yang membantu organisasi untuk modernisasi perusahaan.

“Tantangannya adalah regulasi yang ketat dapat mempersulit skalabilitas data streaming di seluruh bisnis. Dengan Confluent Private Cloud, perusahaan mendapatkan yang terbaik dari kedua dunia, yaitu kelincahan dan kemudahan cloud dengan keamanan dan kontrol infrastruktur pribadi perushaan itu sendiri,” jelasnya.

Sementara, Stewart Bond, Wakil Presiden Data Intelligence dan Perangkat Lunak Integrasi Data di IDC mengatakan,  kebutuhan akan data real-time terus meningkat, namun persyaratan privasi dan kepatuhan tetap menjadi tantangan utama dalam skalabilitasnya.

”Perusahaan harus mencari solusi yang membantu mereka menyeimbangkan antara menyediakan pengalaman self-service yang cepat seperti penyedia cloud dan mempertahankan kontrol terpusat atas infrastruktur pribadi mereka. Dengan strategi yang tepat, tim dapat bertindak cepat dan percaya diri, baik data mereka berada di cloud maupun di lokasi fisik,” katanya.

Kelincahan Berbasis Cloud dan Infrastruktur Pribadi

Confluent Private Cloud menyediakan fondasi untuk menghadirkan otomatisasi, kinerja dan pengelolaan berbasis cloud bagi organisasi yang harus beroperasi di lingkungan on-premise.

Platform ini dirancang khusus untuk tim platform di perusahaan besar, penyedia layanan dan industri yang diatur, yang bertugas menyediakan layanan data streaming terpusat dan aman untuk berbagai jenis pengguna.

Pertama, Confluent Private Cloud Gateway menawarkan pengelolaan terpusat yang memungkinkan data real-time bergerak dengan lancar, bahkan selama migrasi, perubahan kebijakan, atau pembaruan infrastruktur lainnya.

Confluent Private Cloud menyediakan jaringan cerdas yang secara aman mengarahkan lalu lintas dan menerapkan kebijakan yang dikelola secara terpusat, sehingga memperlancar pergerakan data selama kegagalan sistem.     

Baca juga: Confluent Cloud Kini Tersedia di Marketplace AWS

Kedua, kepatuhan cloud terpadu. Unified Stream Manager (USM) mengintegrasikan manajemen kepatuhan, pelacakan data, dan pengelolaan skema untuk Confluent Platform dan Confluent Cloud.

Hal tersebut memudahkan audit dan pemecahan masalah di lingkungan hybrid, membantu tim platform tetap patuh dan memantau data saat streaming berkembang di seluruh organisasi.

Ketiga, streaming dengan kecepatan tinggi. Intelligent Replication memberikan kinerja hingga 10 kali lipat untuk data streaming skala besar di infrastruktur pribadi.

Teknologi tersebut memastikan kinerja yang konsisten dan cepat seiring dengan pertumbuhan penggunaan dengan secara otomatis mengoptimalkan replikasi data. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.835 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Global

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More

29 mins ago

Bank INA Optimistis Kredit Tumbuh 15–20 Persen di 2026, Lampaui Target OJK

Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More

54 mins ago

IHSG Kembali Dibuka Naik 0,36 Persen ke Posisi 8.425

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More

1 hour ago

OJK bakal Hapus KBMI 1, Bank INA Bilang Begini

Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More

2 hours ago

IHSG Diprediksi Kembali Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More

2 hours ago

Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More

10 hours ago