Ilustrasi Teknologi Artificial Intelligence (AI). Foto: Istimewa
Jakarta – Technical Director Nutanix Indonesia Arief Pribadi mengatakan, sejak tahun 2010 hingga 2021, seluruh sektor bisnis sudah mulai menerapkan sistem teknologi komputasi awan atau cloud. Arief bahkan menyebut, pada saat ini clound native era seakan menjawab kebutuhan pasar terutama bagi sektor perbankan.
Arief menjelaskan, setidaknya ada 4 karakteristik penerapan cloud native yang bisa semakin meningkatkan kinerja bisnis perbankan khususnya bagi pengembangan aplikasi dan software. Terlebih pada masa pandemi covid-19 saat ini perbankan dituntut untuk mengadopsi digitalisasi.
“Prinsipnya mereka (perbankan) harus merespon kebutuhan pasar saat ini, dan satu-satunya cara teknologi berpartisipasi dalam bisnis untuk merespon adalah membuat aplikasi dari cloud,” kata Arief dalam sebuah diskusi virtual bertema “The Importance of Hybrid Could Enhancing Banking Services”.
Lebih lanjut Arief menjelaskan, karakter yang dimiliki cloud native ialah pertama, launcher atau peluncur dalam sebuah aplikasi harus memiliki devops. Devops sendiri ialah pengembangan perangkat lunak dan metode pengiriman aplikasi dengan pendekatan kolaboratif dan terpadu antara pengembangan (Dev) dan operasi aplikasi (Ops).
Sementara karakter kedua ialah otomatisasi pembuatan software untuk memudahkan pemilik bisnis membuat software. Sedangkan karakter ketiga ialah bersifat countainers secara teksnis.
Arief menjelaskan, dalam arti lain komputasi countainers ialah sistem yang memiliki size kecil 10 hingga 500 megabit namun sudah bisa menjalankan aplikasi. Sedangkan karakter terakhir ialah microservice yakni service yang independen dan memiliki service sendiri-sendiri tanpa mengganggu layanan lainnya. (*)
Editor: Rezkiana Np
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More