Keuangan

Clipan Finance Siap Bagi Dividen Rp389,45 Miliar, Cek Jadwalnya

Jakarta – PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) akan menebar dividen sebesar Rp389,45 miliar. Jumlah dividen itu setara 120% dari laba bersih perseroan di tahun 2022. Keputusan perseroan membagikan dividen tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Setiap pemegang saham CFIN akan mendapatkan dividen sebesar Rp100 per lembar saham. Pada 26 Juni 2023 kemarin, perseroan pun merilis jadwal lengkap pembagian dividen melalui keterbukaan informasi.

Adapun jadwal lengkap pembagian dividen Clipan Finance sebagai berikut:

  • Cum Dividen pasar reguler dan negosiasi tanggal 5 Juli 2023
  • Ex Dividen pasar reguler dan negosiasi tanggal 6 Juli 2023
  • Cum Dividen pasar tunai tanggal 7 Juli 2023
  • Ex Dividen pasar tunai tanggal 10 Juli 2023
  • Recording date yang berhak atas dividen tanggal 7 Juli 2023
  • Tanggal pembayaran dividen tunai tanggal 25 Juli 2023

“Dengan pembagian dividen ini, perseroan berharap pemegang saham dapat merasakan manfaat atas kepemilikannya, serta mengisyaratkan saham Clipan Finance memiliki potensi kuat untuk terus tumbuh berkelanjutan di masa yang akan datang, tentunya didukung oleh kinerja keuangan yang memadai, kecukupan atas tata kelola perusahaan yang baik, serta SDM yang unggul,” ujar Direktur Utama Clipan Finance, Harjanto Tjitohardjojo dikutip Selasa, 27 Juni 2023.

Sebagai informasi, sepanjang 2022 lalu, Clipan Finance membukukan laba bersih sebesar Rp310,72 miliar, atau melonjak 571,02% year on year (yoy) dibandingkan Rp46,31 miliar di tahun sebelumnya. Perolehan laba bersih ini ditopang kenaikan pembiayaan baru 19,77%, atau menjadi Rp7,13 triliun.

Selain kenaikan pembiayaan, laba perusahaan pembiayaan yang dipimpin Harjanto Tjitohardjojo ini juga disokong keberhasilannya menekan biaya operasional. Tahun lalu, CFIN menekan beban operasional dari Rp1,43 triliun menjadi Rp1,11 triliun. Di sisi lain, pendapatan operasional naik dari Rp1,44 triliun menjadi Rp1,51 triliun. Sedangkan total asetnya mengalami kenaikan 12,99%, atau menjadi Rp8,05 triliun.

Tahun ini, perusahaan pembiayaan yang bernaung di bawah Grup Panin ini optimis bisa menyalurkan pembiayaan sebesar Rp9 triliun. Hingga Mei 2023, realisasi pembiayaan mencapai Rp3,5 triliun. (*) Ari Astriawan

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More

9 mins ago

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

2 hours ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

3 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

3 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

3 hours ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

3 hours ago