Jakarta – PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mengungkapkan bahwa persaingan dalam industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) kian ketat dan menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Perseroan.
Direktur Utama CLEO, Melisa Patricia, mengatakan bahwa ketatnya persaingan bisnis AMDK terlihat dari jumlah pelaku industri yang sangat banyak, yakni lebih dari 1.300 pabrik air minum dan lebih dari 2.000 merek yang beredar saat ini.
“Tapi yang paling menjadi tantangan utama itu yaitu distribusi dan logistik. Karena Indonesia itu terdiri dari lebih dari 17.000 pulau-pulau kecil di seluruh Indonesia oleh karena itu ongkos logistik dan distribusi itu sangat tinggi sekali,” ucap Melisa dalam Paparan Publik di Jakarta, Senin, 26 Mei 2025.
Baca juga: IHSG Berpotensi Melemah, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini Tetap Cuan
Meski menghadapi tantangan tersebut, Direktur Penjualan dan Distribusi CLEO, Toto Sucartono menuturkan, Perseroan tetap optimistis bisa mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih dua digit pada tahun 2025. Optimisme ini ditopang oleh rencana ekspansi dan penguatan eksistensi pasar CLEO.
Rencana ekspansi CLEO tecermin dalam anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp500 miliar yang akan dialokasikan untuk pembangunan tiga pabrik baru di Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, dan Riau.
“Belanja modal ini terutama akan digunakan untuk pembangunan tiga pabrik baru yang tadi saya sampaikan. Pabrik di Riau ini juga nanti bisa akan ke Kepulauan Riau untuk menopang Jambi dan Sumatera Barat khususnya. Fokus kami tetap pada pengenalan produk tambahan dan kesesuaian dengan referensi kebutuhan pasar yang terus berkembang untuk jangka waktu panjang,” ujar Toto dalam kesempatan yang sama.
Baca juga: 414 Saham Loyo, IHSG Ditutup Turun ke Level 7.188
Adapun sepanjang 2024, CLEO berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp474 miliar, tumbuh 46,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp324,1 miliar. Selama tujuh tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan laba bersih Perseroan tercatat mencapai 39,3 persen.
Capaian laba tersebut ditopang oleh penjualan bersih tahun 2024 yang mencapai Rp2,69 triliun, naik 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,09 triliun.
Sementara itu, untuk kinerka keuangan pada tiga bulan pertama 2025, Perseroan belum dapat menyampaikan rinciannya dikarenakan masih dalam proses audit di Kantor Akuntan Publik. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More