News Update

Citibank Indonesia Catatkan Kredit Rp48,2 triliun Hingga Q1-2019

Jakarta– Citibank N.A.‚ Indonesia (Citibank Indonesia) hingga kuartal-I 2019, mencatatkan portofolio kredit sebesar Rp48,2 triliun atau terlihat
meningkat 15% year-on-year.

Chief Executive Officer Citibank N.A.‚ Indonesia Batara Sianturi mengatakan kontribusi utama pertumbuhan portfolio kredit berasal dari lini bisnis Institutional Banking, terutama pada sektor industri manufaktur, pertambangan dan perantara keuangan (financial intermediary).

”Berbagai pencapaian positif yang berhasil kami raih di sepanjang kuartal I 2019 menjadi benchmark bagi kami untuk senantiasa mendorong pertumbuhan dan mendukung kemajuan ekonomi bagi klien dan masyarakat,” kata Batara di Hotel Ritz-Calton Jakarta, Kamis 9 Mei 2019.

Batara menambahkan, pada lini Institutional Banking, Citibank terus berkomitmen guna memberikan solusi, konten dan produk bernilai tambah bagi klien korporasi.

Dalam Global Subsidiaries Group, Citibank Indonesia mengadakan seminar tahunan Economic and Political Outlook bagi klien, yang bertujuan untuk memberikan tinjauan dan analisis Iengkap serta komprehensif mengenai tren ekonomi dan politik serta pandangan tentang digitalisasi di Indonesia.

Di Markets, Citibank Indonesia menyediakan solusi Citi InstantFX guna memberikan peningkatan personalisasi dalam hal pemesanan tiket. Melalui inisiatif ini, penumpang internasional dari luar Indonesia, kini dapat membayar tiket penerbangan mereka dan pembelian Iainnya yang dilakukan melalui situs dan aplikasi mobile dalam mata uang pilihan mereka.

Untuk tahap awal, penumpang internasional dapat memilih salah satu mata uang berikut untuk menyelesaikan pemesanan mereka: THB, EUR, JPY, HKD, GBP, SGD, USD dan AUD. Dengan demikian, penumpang sekarang dapat melakukan konfirmasi dan melihat jumlah tagihan terakhir tanpa harus menunggu statement kartu kredit yang dimiliki.

Tak hanya itu, ditengah pertumbuhan tersebut, tercatat Citibank Indonesia juga menjaga rasio Non Performing Loan bruto dan netto masing-masing sebesar 2,30% dan 0,53%. (*)

Suheriadi

Recent Posts

IHSG Ditutup Menguat di Atas 8.900, Bahan Baku dan Properti Jadi Penopang

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,72 persen ke level 8.948,30 dengan nilai transaksi Rp33,54 triliun… Read More

20 mins ago

Belanja Nasional 2025 Moncer, Produk Lokal Sumbang Transaksi Besar

Poin Penting Event Belanja Nasional 2025 mencatat transaksi Rp122,28 triliun hingga 5 Januari 2026, melampaui… Read More

33 mins ago

Tak Semua Pegawai SPPG Jadi PPPK, Ini Penjelasan BGN Sesuai Perpres MBG

Poin Penting BGN menegaskan tidak semua pegawai atau relawan SPPG Program MBG dapat diangkat sebagai… Read More

50 mins ago

Saingi Malaysia, RI Siap Bangun Ekosistem Semikonduktor Senilai USD125 Miliar

Poin Penting Pemerintah telah menyetujui pengembangan ekosistem semikonduktor agar Indonesia mampu menyaingi Malaysia di industri… Read More

1 hour ago

Defisit APBN 2025 Nyaris 3 Persen, DPR Dorong Optimalisasi Pajak Sektor Strategis

Poin Penting Defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92 persen PDB, melampaui target awal… Read More

1 hour ago

Jurus Baru BSI Garap Segmen Ritel Syariah

Poin Penting BSI meluncurkan Lapak BSI di pasar tradisional untuk memperluas inklusi dan literasi keuangan… Read More

2 hours ago