Jakarta — Citibank NA, Indonesia (Citibank) mencatat laba bersih di sepanjang 2018 sebesar Rp2 triliun, atau menurun tipis bila dibandingkan dengan laba bersih Citibank akhir tahun 2017 yang sebesar Rp2,5 triliun sebelumnya.
Chief Executive Officer Citibank NA, Indonesia Batara Sianturi mengatakan, laba tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih Citibank, di mana pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp4,3 triliun. Menurutnya, pendapatan bunga bersih Citibank ditopang oleh kinerja yang seimbang antara Institutional Banking dan Consumer Banking.
“Di tahun 2018, Citibank Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp2 triliun dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp4,3 trilliun,” kata Batara di Hotel Ritz-Carlton Jakarta, Jumat, 29 Maret 2019.
Di lini Institutional Banking, Batara menyebut, Citibank senantiasa memberikan konten serta solusi end-to-end dalam merespon perubahan kebutuhan klien dengan memanfaatkan seluruh kapabilitas yang relevan dari Citibank.
Sementara Corporate and Investment Banking Group juga terus menyediakan produk-produk dan layanan yang memberikan solusi nilai tambah (value add solution products) untuk para klien institusional, memanfaatkan jaringan berskala global serta fokus kepada institusi-institusi unggul di berbagai sektor.
Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) Citibank Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 10 persen yang memungkinkan bank untuk mencatatkan rasio lending-to-funding (RIM) yang solid sebesar 80,9 persen. (*)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More