News Update

Citibank Hentikan Bisnis Ritel, Kalah Saing dengan Fintech?

Jakarta – Citibank Indonesia akan menutup bisnis perbankan ritel miliknya setelah surat keputusan dari Citigroup. Tak hanya di Indonesia, bank asal Amerika Serikat ini juga menutup bisnis perbankan ritel di 13 negara yang tersebar di Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika. Tak hanya Citibank, sebelumnya bank asal Belanda Rabobank juga mulai menutup operasionalnya di Indonesia pada Juni 2020.

Menanggapi hal tersebut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira beranggapan telah terjadi disrupsi kredit ritel dari perbankan ke fintech peer to peer landing.

“Saya melihat justru ada pergeseran untuk kredit yang sifatnya ritel itu kepada fintech lending yang relatif agresif,  dengan tingkat approval yang cukup cepat. Kemudian juga bisa lebih kompetitif dibandingkan kartu kredit bank,” kata Bhima ketika dihubungi Infobanknews di Jakarta, Jumat 16 April 2021.

Yang tak kalah menarik, lanjut Bhima, kemunculan digital bank telah merubah peta persaingan industri keuangan. Terlebih banyak bank yang berbondong-bondong beralih ke digital layaknya Jenius, Bank Jago, hingga Bank Neo Commerce (BNC).

“Nah ini bisa distrupsi sekali ini pasar kredit ritel kedepannya, ini yang mungkin akan menjadi perhatian bank-bank asing yang sebenarnya melihat potensi pasar di Indonesia cukup besar tapi ada game changer yaitu masuknya digital bank yang garap pasar pasar ritel banking Indonesia kedepannya khusus kredit konsumsi,” jelas Bhima.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada seluruh pemain industri keuangan khususnya perbankan baik nasional maupun asing agar dapat beradaptasi dengan digital dan terus mengedepankan inovasi agar tidak ketinggalan dalam hal layanan kepada masyarakat. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

17 mins ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

3 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

9 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

10 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

11 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

12 hours ago