Infobank
Jakarta– Citi Indonesia pada tahun ini telah memfokuskan diri untuk menggenjot bisnis Treasury and Trade Solutions (TTS) guna meningkatkan kinerja bisnis Institutional Banking miliknya.
Dimana hingga triwulan III-2017 kemarin, tercatat proporsi untuk Institutional Banking Citi Indonesia mencapai 53 persen, sementara Consumer Banking memberikan kontribusi sebesar 47 persen.
“Bisnis Treasury and Trade ini memang memiliki sumbangan besar ke Institutional Banking. Dimana pertumbuhan bisnis Treasury and Trade pada tahun ini cukup konservatif dulu high single digit mendekati 10 persen,” ungkap CEO Citi Indonesia Batara Sianturi, di Hotel Dharmawangsa Jakarta, Selasa 13 Febuari 2018.
Dirinya menjelaskan, di wilayah Asia Pasifik sendiri, bisnis TTS Citi telah menyediakan layanan cash management dan trade finance terintegrasi untuk perusahaan-perusahaan multinasional, lembaga keuangan, dan sektor publik di seluruh dunia.
Baca juga: Citi Indonesia Fasilitasi Trade Finance Coca-Cola Amatil
Dengan menggunakan platform, tools dan analitik berbasis digital dan mobile yang lengkap, TTS terus memimpin dalam memberikan solusi yang inovatif dan disesuaikan bagi nasabah Citi.
Batara menambahkan, untuk meraih pertumbuhan tersebut, pihaknya juga telah aktif menggandeng beberapa perusahaan lain salah satunya ialah dengan Coca-Cola Amatil yang dilaksanakan pada hari ini.
“Kami akan terus fokus kepada kompetensi kami di global bank bagaimana bisa menjadi solusi berbagai perusahaan. Di regional Asia, kita lihat ada match antara global dan Asia dan solusinya dapat kita wujudkan,” tutup Batara.(*)
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More