Categories: Market Update

Citi Dukung Peluncuran Perdana Reksadana Saham Syariah

Jakarta—Citi ditunjuk sebagai administrasi lokal reksadana dan bank kustodian global untuk tiga resadana saham syariah pertama di Indonesia. Tiga reksadana tersebut adalah BNP Paribas Cakra Syariah USD, Schroder Global Sharia Equity Fund USD, dan Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF).

Melalui keberadaannya yang kuat di Indonesia, Citi secara strategis memiliki posisi untuk dapat memberikan dukungan pada reksadana berbasis efek syariah tersebut. Melalui layanan Global Window, Citi menawarkan layanan satu jendela untuk mendukung penyelesaian portfolio luar negeri.

Sebagai Bank Kustodian yang ditunjuk, Citi akan berperan dalam mengadministrasi, mengamankan dan memfasilitasi penyelesaian transaksi portfolio investasi ketiga reksadana baik untuk investasi yang dilakukan di pasar modal domestik maupun luar negeri.

David Russell, Regional Head of Securities Services Citi Asia Pacific menyatakan, Citi sangat bangga menjadi bank kustodian pertama bagi Reksadana Global Syariah pertama yang diluncurkan di Indonesia.

“Kemitraan dengan PT. BNP Paribas Investment Partners, PT Schroder Investment Management Indonesia, dan PT Manulife Asset Management adalah sebuah teroboson di dalam perkembangan pasar modal di Indonesia” terang David.

Produk-produk ini, lanjut dia,  akan memberikan peluang baru bagi para investor lokal untuk dapat mengakses berbagai pasar modal di dunia dengan memanfaatkan jejak global dan kemampuan Citi di bidang Markets and Securities Services.

“Kami merasa sangat senang dapat memilki peran penting dalam peluncuran Reksadana Global Syariah yang pertama di Indonesia. Peran sebagai Bank Kustodian sangatlah penting dalam mendukung produk-produk reksadana terobosan ini, khususnya dalam memberikan akses terhadap pasar modal global. Penunjukkan ini mengukuhkan posisi kuat Citi di pasar modal Indonesia” tambah Batara Sianturi, Chief Executive Officer Citi Indonesia.

Citi adalah mitra strategis bagi para manajer investasi di Indonesia yang semakin memperluas alternatif investasi bagi investor di Indonesia. Berbagai alternatif solusi investasi yang ditawarkan tersebut merupakan hasil dari dikeluarkannya peraturan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada kuartal ke-empat 2015. Peraturan tersebut memberikan ijin kepada reksadana berbasis efek syariah untuk dapat berinvestasi minimal 51% pada portfolio investasi luar negeri. Melalui Reksadana Global Berbasis Syariah, investor Indonesia dapat mengakses pasar modal di luar negeri dan semakin memiliki kemampuan untuk mendiversifikasi portfolio investasinya.(*)

 

Apriyani

Recent Posts

Minat Investor Tinggi, KEK Industropolis Batang Siapkan Pengembangan Lanjutan

Poin Penting Serapan lahan KEK Industropolis Batang sangat tinggi: Fase 1 terserap 100 persen, Fase… Read More

44 mins ago

Saat “Buto Ijo” Bupati Blora Bersanding dengan Keris Prabowo dan Purbaya

Poin Penting Starting Year Forum 2026 Infobank tak hanya menjadi ajang diskusi nasional, tetapi juga… Read More

2 hours ago

Aplikasi Binadigital Milik Bank INA Kini Bisa Berinvestasi Emas

Poin Penting Binadigital Bank INA resmi meluncurkan fitur Investasi Emas Digital untuk membantu nasabah menjaga… Read More

2 hours ago

KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama kuartal IV… Read More

2 hours ago

GOTO Hadirkan Empat Inisiatif untuk Tingkatkan Kesejahteraan Driver

Poin Penting GoTo luncurkan empat inisiatif strategis—BPJS gratis, Bonus Hari Raya, Bursa Kerja Mitra, dan… Read More

3 hours ago

Bos BI Optimistis Rupiah Bakal Kembali Menguat, Ini Alasannya

Poin Penting BI optimistis rupiah menguat secara fundamental, ditopang inflasi rendah, prospek pertumbuhan ekonomi membaik,… Read More

3 hours ago