Labuan Bajo — Ada isu menarik yang mencuat dari ajang “59th ASEAN Banking Council (ABC) Meeting” di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, NTT, Jumat, 2 Desember 2022.
Di depan sekitar 200 delegasi asosiasi perbankan dari 10 negara anggota ASEAN, Ketua Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan dua agenda utama dari acara tersebut.
Pertama, kata dia, mengangkat kembali cita-cita lama industri perbankan di kawasan ASEAN untuk menjadi satu kesatuan “ASEAN banking globe”.
“Kita ingin ASEAN menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa. Seperti kata IMF, ASEAN akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tak hanya di kawasan tapi juga secara global,” ujar Tiko, sapaan Wakil Menteri BUMN yang di forum tersebut duduk sebagai Ketua Steering Committee 50th ABC Meeting.
Kedua, lanjut dia, pentingnya sustainbility dari currancy ke depan. Banyak perubahan terjadi di industri perbankan yang tujuannya mendukung pertumbuhan. Hal ini harus disikapi dengan memanfaatkan inovasi digital.
“Jadi, perbankan harus adaptif dalam mendukung target-target pertumbuhan dengan mempertimbangkan sustainability finance yang sesuai dengan kebutuhan ASEAN,” ujarnya. (*) DW
Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen ke level 8.271,76, dengan kapitalisasi… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen sepekan ke level 8.271,76, mencerminkan… Read More
Poin Penting Komisi V DPR RI mendorong diskon tiket pesawat Lebaran 2026 dinaikkan menjadi 20… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More