Jakarta – Ciputra Group bersama dengan Tunas Group berkolaborasi untuk meramaikan industri asuransi jiwa di Indonesia dengan meluncurkan Ciputra Life, yakni perusahaan yang fokus memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan.
Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi mengatakan, pihaknya melihat adanya peluang dan kebutuhan yang besar terhadap asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, Ciputra Group dan Tunas Group bersinergi untuk meluncurkan Ciputra Life.
“Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, maka masyarakat tentunya akan melakukan perencanaan keuangan yang lebih baik dan membutuhkan perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan untuk menjamin masa depan yang lebih baik,” ujar Harun di Jakarta, Rabu, 3 Mei 2017.
Dia mengungkapkan, saat ini Ciputra Group telah mengembangkan
proyek properti di berbagai kota besar maupun sekunder di seluruh
Indonesia. Untuk itu, dirinya berharap melalui jaringan perseroan yang luas,
penetrasi asuransi jiwa masyarakat Indonesia secara keseluruhan dapat
ditingkatkan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menyambut baik kehadiran Ciputra Life sebagai pemain baru dalam industri asuransi jiwa di Indonesia. Menurutnya, tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia pada 2016 baru mencapai sekitar 2 persen dari total pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia.
“Kami percaya Ciputra Life bisa menjadi salah satu perusahaan yang akan memiliki sepak terjang yang patut dipantau terus ke depannya,” ucap Togar.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, total pendapatan industri asuransi jiwa hingga Maret 2017 mencapai Rp40,92 triliun atau tumbuh 21,2 persen jika dibandingkan dengan jumlah pendapatan pada periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp33,76 triliun.
Menurut OJK, pertumbuhan pendapatan industri ditopang oleh pendapatan premi yang meningkat signifikan. Sampai dengan Maret 2017, pendapatan premi asuransi jiwa mencapai Rp33,14 triliun atau meningkat 27,6 persen jika dibandingkan dengan capaian Maret 2016 yang sebesar Rp25,97 triliun. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More