Bank Mandiri dorong kesetaraan dan iInklusi di tempat kerja melalui Respectful Workplace Policy. Ilustrasi. (Foto: Dok. Mandiri)
Jakarta – Bank Mandiri terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berkelanjutan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan akselerasi prestasi untuk percepatan ekonomi negeri, Bank Mandiri menghadirkan Respectful Workplace Policy (RWP).
Kebijakan tersebut bertujuan membangun budaya kerja yang bebas diskriminasi dan berbasis integritas, sekaligus memberikan nilai tambah bagi karyawan.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pegawai, Bank Mandiri Kantongi Dua Sertifikasi Internasional
Direktur Kepatuhan dan SDM Bank Mandiri, Agus Dwi Handaya menerangkan, kebijakan RWP dirancang untuk memastikan seluruh karyawan mendapatkan perlakuan setara, bebas dari diskriminasi, pelecehan, dan bentuk kekerasan lainnya.
Sebagai langkah konkret, Bank Mandiri mengadopsi standar diversity, equity, and inclusion (DEI) dalam operasionalnya.
Penerapan DEI mencakup rekrutmen berbasis meritokrasi, pelatihan tanpa bias gender, promosi dan kompensasi yang adil.
“Strategi ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung pilar sosial ESG, yang semakin menjadi perhatian investor dan pemangku kepentingan global,” ujar Agus, dalam keterangan resmi yang diterima Infobanknews, Selasa, 25 Februari 2025.
Dalam Laporan Keberlanjutan 2023, Bank Mandiri melaporkan bahwa perempuan berkontribusi sebesar 52 persen dari total tenaga kerja.
Selain itu, 46 persen posisi manajerial dan direktur di perusahaan diisi oleh perempuan. Capaian ini menjadikan Bank Mandiri sebagai salah satu perusahaan yang berhasil mengimplementasikan kesetaraan gender.
Selain itu, Bank Mandiri juga menerapkan prinsip equal pay for equal work dengan memastikan rasio gaji antara karyawan laki-laki dan perempuan tetap seimbang, yaitu 1:1, berdasarkan kinerja tanpa bias gender.
Baca juga: Ranking Kesetaraan Gender Indonesia di Posisi ke-87, Naik 5 Peringkat
Agus menegaskan, prinsip keadilan berbasis kompetensi menjadi landasan utama dalam kebijakan SDM Bank Mandiri.
“Sejak awal proses rekrutmen, kami tidak memprioritaskan gender, suku, ras, atau agama tertentu. Semua karyawan memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan potensi mereka,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya mendukung pemberdayaan karyawan perempuan, Bank Mandiri menginisiasi Srikandi Mandiri. Sejak diluncurkan tiga tahun lalu, Srikandi Mandiri terus berkembang melalui dua inisiatif utama.
Pertama, kepemimpinan perempuan, yang bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas kepemimpinan perempuan dalam perusahaan.
Kedua, perempuan dalam masyarakat, yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi dan sosial.
Baca juga: Bank Mandiri Masuk Daftar Perusahaan Terbaik di Asia Pasifik 2025 versi TIME
Program tersebut tidak hanya mencerminkan komitmen Bank Mandiri terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 5 (Gender Equality) dan 8 (Decent Work and Economic Growth), tetapi juga memperkuat citra perusahaan sebagai institusi yang progresif dalam aspek sosial ESG.
Untuk memastikan implementasi RWP berjalan efektif, Bank Mandiri menerapkan Whistle Blowing System (WBS) dan kanal pengaduan berbasis situs web internal.
Sistem ini bertujuan melindungi pelapor serta meningkatkan transparansi dalam penanganan kasus diskriminasi dan pelecehan di tempat kerja.
Langkah itu sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan menegaskan komitmen Bank Mandiri terhadap tata kelola yang baik dan tanggung jawab sosial.
Baca juga: Bank Mandiri Raih Skor ESG Terbaik di KBMI IV versi Sustainalytics
Dengan terus memperkuat kebijakan inklusi dan keberagaman, Bank Mandiri semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam keberlanjutan perbankan di Indonesia.
Upaya itu tidak hanya meningkatkan reputasi perusahaan dalam indeks ESG, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan karyawan dan masyarakat luas.
“Program People Development Bank Mandiri secara khusus dirancang secara fokus dan sistematis dengan tujuan melahirkan Mandirian yang Jago Kerja, Pinter Kerja, Berakhlak Mulia, dan Happy Luar Biasa. Melalui program ini, setiap Mandirian diharapkan mampu menghasilkan kinerja terbaik, bahkan melampaui ekspektasi dan berkontribusi positif untuk Bank Mandiri dan untuk Indonesia,” pungkas Agus. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More