Cipta Perdana Lancar (PART) Raih Penjualan Rp198,06 Miliar di Q3, Ini Kontribusi Terbesar

Jakarta – PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), emiten produsen komponen kendaraan, mencatatkan kinerja positif pada kuartal III (Q3)-2024. Penjualan perusahaan tumbuh 7,76 persen menjadi Rp198,06 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp183,80 miliar.

Perusahaan yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Juli 2024 ini juga berhasil meningkatkan laba kotor sebesar 9,46 persen menjadi Rp38,81 miliar dari sebelumnya senilai Rp34,67 miliar pada Q3-2023.

Manajemen PART mengungkapkan bahwa penjualan terbesar berasal dari PT Chemco Harapan Nusantara, produsen otomotif roda dua, dengan nilai Rp28,07 miliar.

Baca juga: Siap Melantai di Bursa, Cipta Perdana Lancar Incar Dana Rp71,4 Miliar

Penjualan lainnya adalah kepada PT Roki Indonesia dengan nilai Rp25,04 miliar, dan kepada PT Chandra Nugerah Cipta yang mencapai Rp23,74 miliar.

“Dari ketiga mitra kerja strategisnya itu, PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) mampu meraih penjualan hingga Rp76,86 miliar,” ungkap manajemen dalam keterangan resmi yang dikutip pada Kamis, 5 Desember 2024.

Di sisi lain, kontribusi terbesar penjualan PART dari pihak ketiga, yang mencatatkan nilai Rp196,41 miliar, sementara penjualan kepada pihak berelasi hanya Rp1,65 miliar.

Baca juga: Lawatan Perdana Prabowo, Menkomdigi Meutya Hafid: RI Siap Berperan di Kancah Global

Berdasarkan kinerja yang positif tersebut, PART saat ini masih memiliki persediaan barang dari bahan baku senilai Rp12,60 miliar, barang dalam proses Rp10,41 miliar, dan barang jadi Rp4,53 miliar. Total persediaan barang Perseroan hingga akhir tahun mencapai Rp27,54 miliar.

Adapun langkah Perseroan dalam menjamin keamanan persediaan barang yang dibutuhkan telah diasuransikan pada PT Asuransi Intra Asia, sebagai pihak ketiga, terhadap seluruh risiko dengan jumlah nilai pertanggungan sebesar Rp21 miliar. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kondisi Menantang, Begini Stategi Bisnis Bank Mandiri pada 2026

Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More

9 seconds ago

IHSG Ditutup Melemah 0,53 Persen ke Posisi 8.103

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More

18 mins ago

Tragedi Siswa SD di NTT: Potret Gelap Masalah Keuangan Keluarga

Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More

27 mins ago

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More

1 hour ago

Debt Collector Punya Peran Krusial Jaga Stabilitas Industri Keuangan

Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More

1 hour ago

DPLK Avrist Catat Aset Kelolaan Rp1,32 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More

2 hours ago