News Update

CIO Danantara Buka Suara soal Demutualisasi BEI dan Potensi Konflik

Poin Penting

  • Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di bawah OJK.
  • Pemegang saham hanya berfokus pada kinerja dan keuntungan, sementara fungsi regulator dan operasional bursa dipisahkan secara tegas.
  • Danantara siap berinvestasi di pasar modal domestik, seiring percepatan demutualisasi sebagai agenda reformasi pasar modal.

Jakarta – Rencana demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai tidak akan menimbulkan konflik kepentingan, meski ke depan kepemilikan saham bursa berpotensi terbuka bagi publik, termasuk investor institusi seperti Danantara Indonesia.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menegaskan, pemisahan peran antara regulator dan pemegang saham menjadi fondasi utama dalam menjaga independensi dan tata kelola pasar modal nasional.

Pandu memastikan potensi konflik kepentingan dapat dihindari karena pengaturan dan pengawasan operasional bursa sepenuhnya berada di bawah kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terlepas dari siapa pemegang sahamnya.

“OJK-lah yang melakukan pengaturan. Pemegang saham ya fokus kepada profit (mencari keuntungan) untuk institusi itu,” ujar Pandu Sjahrir dalam wawancara cegat di Gedung BEI, Jakarta, dilansir ANTARA, Minggu, 1 Februari 2026.

Baca juga: Ekonom CSED INDEF Cermati Rencana Danantara Masuk ke Bursa

Menurutnya, peran pemegang saham terbatas pada pengembangan kinerja perusahaan agar tumbuh berkelanjutan dan mampu memberikan imbal hasil melalui pembagian dividen.

Independensi Pasar Modal Tetap Terjaga

Dengan pembagian fungsi yang jelas, Pandu meyakini independensi pasar modal Indonesia tetap terjaga, sekaligus membuka ruang bagi pendalaman pasar dan peningkatan kualitas tata kelola.

“Kita juga ingin lebih maju lagi kan. Kita ingin pasar modal kita lebih dalam. Jadi, whereas (sementara) fungsi untuk regulator diperjelas, fungsi pemegang saham juga jelas,” tuturnya.

Baca juga: DPR Pastikan Pengganti Pimpinan OJK-BEI Bebas Afiliasi Danantara dan BUMN

Ia juga menegaskan bahwa meski berstatus perusahaan terbuka, BEI tidak akan berubah menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Danantara Lirik Investasi Pasar Modal

Terkait strategi investasi, Pandu menyampaikan rencana Danantara Indonesia untuk menempatkan sekitar 50 persen dana investasinya di dalam negeri, termasuk melalui instrumen pasar modal seperti obligasi dan ekuitas.

“Kami melihat (instrumen investasi seperti obligasi dan ekuitas) menarik. Saya nggak bakal juga describe specifically (merinci secara spesifik) berapa persen (investasi yang digelontorkan di pasar modal), karena pemain-pemain pasar modal ini sangat pintar, yang pasti kami akan terus berinvestasi di pasar modal Indonesia,” katanya.

Baca juga: OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Demutualisasi BEI merupakan bagian dari agenda reformasi pasar modal untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta meminimalkan potensi benturan kepentingan struktural.

Pemerintah berkomitmen mempercepat proses demutualisasi dengan tetap berpegang pada ketentuan yang berlaku. Regulasi pendukung kebijakan tersebut ditargetkan terbit pada kuartal I tahun ini. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Jelang Idul Fitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako

BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More

4 hours ago

Bank Mandiri Taspen Turut Serta Lepas Mudik Bersama Keluarga Besar Kemenko Kumham Imipas

Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More

4 hours ago

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

8 hours ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

13 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

17 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

17 hours ago