Direktur Utama CIMB Niaga, Lani Darmawan, di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis, 11 Desember 2025. (Foto: Ayu Utami)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memproyeksikan pertumbuhan kredit hingga akhir 2025 akan berada di bawah 5 persen. Direktur Utama CIMB Niaga, Lani Darmawan, menegaskan bahwa strategi perseroan saat ini lebih menekankan prinsip kehati-hatian ketimbang mengejar ekspansi agresif di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih tertekan.
Menurut Lani, pertumbuhan kredit CIMB Niaga memang berada di bawah rata-rata industri. Namun, hal itu sejalan dengan fokus bank menjaga kualitas aset.
“Kami harus akui kalau dari pertumbuhan kredit, kami lebih rendah dari market. Tetapi NPL atau kualitas aset kami salah satu yang terbaik di market,” ujarnya, di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis, 11 Desember 2025.
Baca juga: CIMB Niaga Gelar Workshop Jurnalisme Inspiratif
Lani menekankan bahwa CIMB Niaga memilih selektif dalam memberikan pembiayaan, baik kepada segmen ritel maupun korporasi. Tujuannya, memastikan kredit diberikan kepada debitur yang benar-benar mampu membayar dan memiliki prospek bisnis yang sehat.
“Kami sangat prudent di kredit. Kami hanya pastikan memberikan kredit kepada nasabah yang akan mampu untuk membayar dan membesarkan perusahaan, dibandingkan nanti macet dan dikejar-kejar utang. Lebih besar beban moralnya kalau kita tumbuh tetapi akhirnya bermasalah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penyaluran kredit juga mempertimbangkan daya beli yang belum pulih sepenuhnya. Karena itu, perseroan memetakan sektor dan debitur yang kebutuhan pendanaannya benar-benar layak diberikan.
Meski kredit tumbuh terbatas, CIMB Niaga optimistis dapat menjaga kinerja pendanaan. Lani memproyeksikan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), khususnya giro dan tabungan (CASA), tetap solid dengan target berada pada kisaran dua digit.
“Untuk deposit saya rasa akan bagus. Kami tetap menargetkan CASA itu double digit, hopefully sekitar 12–15 persen. Jadi mungkin tidak akan terlalu besar, tetapi tetap positif,” ujarnya.
Baca juga: CIMB Niaga Perkuat Kompetensi Jurnalis Lewat Workshop dan Kelas Jurnalisme Inspiratif
CIMB Niaga juga menjaga agar rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali. Lani menyebut saat ini NPL perseroan berada di bawah 2 persen, salah satu capaian terbaik di industri perbankan nasional.
“Saat ini di CIMB Niaga, we are one of the best. NPL kami di bawah 2 persen dan kami harapkan sampai akhir tahun bisa kami pertahankan,” pungkasnya. (*) Ayu Utami
Poin Penting OJK menggelar pertemuan kedua dengan lender DSI untuk membahas pengembalian dana yang tertunda… Read More
Poin Penting Transaksi sertifikasi halal online melalui Bank Muamalat meningkat lebih dari 50% YoY, dengan… Read More
Poin Penting DPR soroti lemahnya pengawasan kapal wisata Labuan Bajo; status laik laut administratif tidak… Read More
Poin Penting Menkop Ferry Juliantono meresmikan 10 gerai percontohan Obat Kopdeskel Merah Putih untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Muhammad Awaluddin ditetapkan sebagai Direktur Utama Jasa Raharja melalui RUPSLB pada 31 Desember… Read More
Poin Penting Harga BBM non-subsidi turun serentak di Pertamina, Shell, BP, dan Vivo mulai 1… Read More