Perbankan

CIMB Niaga Salurkan Green Financing USD18,5 Juta ke IKPT

Poin Penting

  • CIMB Niaga salurkan Green Financing USD18,5 juta kepada IKPT melalui skema syariah (sharia-green trade finance) untuk pengembangan bisnis EPC energi terbarukan, khususnya panas bumi.
  • Dukung transisi energi bersih dan target Net Zero 2050, pembiayaan ini menjadi wujud komitmen CIMB Niaga sekaligus fasilitas syariah pertama bagi IKPT
  • Cakupan pembiayaan komprehensif, meliputi modal kerja, L/C, bank garansi, trust receipt, serta peran CIMB Niaga.

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) telah memberikan fasilitas Green Financing senilai USD18,5 juta kepada PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT), perusahaan afiliasi Toyo Engineering Corporation Jepang (TOYO).

Fasilitas pembiayaan ini dilakukan melalui skema syariah (sharia-green trade finance), untuk pengembangan bisnis IKPT sebagai kontraktor Engineering, Procurement, & Construction (EPC) terdepan di sektor energi terbarukan, khususnya panas bumi.

Head of Corporate Banking CIMB Niaga, Miranty Supardi menjelaskan kerja sama pembiayaan hijau ini merupakan wujud nyata komitmen CIMB Niaga sebagai bagian dari CIMB Group dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia menuju CIMB Net Zero Emission 2050. Hal ini juga sejalan dengan purpose CIMB Niaga, yakni Advancing Customers & Society.

Baca juga: CIMB Niaga Target Kredit Tumbuh di Bawah 5 Persen hingga Akhir 2025, Ini Fokusnya

“Skema syariah memberikan nilai tambah tersendiri di mana fasilitas ini merupakan yang pertama bagi IKPT, sekaligus menandai langkah penting perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnisnya,” ujar Miranty, seperti dikutip, Kamis, 18 Desember 2025.

Adapun fasilitas pembiayaan hijau dalam kerja sama ini terdiri dari dukungan berbagai produk perbankan seperti modal kerja, Letter of Credit internasional dan domestik (L/C, SKBDN), bank garansi, dan, trust receipt (TR) yang ditujukan untuk mendukung pengembangan bisnis IKPT di sektor energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, dan sektor lainnya.

“Selain itu, CIMB Niaga juga bertindak selaku Green Financing Coordinator, memberikan advisory kepada IKPT dalam penyusunan Green Financing Framework sebagai panduan implementasi pembiayaan berkelanjutan,” tambahnya.

Sebelumnya, IKPT telah memiliki portofolio pengerjaan proyek panas bumi di berbagai wilayah, diantaranya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen, PLTP Wayang WinduUnit-3, PLTP Patuha-2, dan PLTP Muara Laboh-2.

Baca juga: Ada Rencana Besar CIMB Niaga Syariah Setelah Tuntaskan Spin Off 2026

Setelah menjalin kemitraan strategis dengan Toyo Engineering Corporation Jepang pada 2012, IKPT juga telah memperluas keahlian ke berbagai proyek berkelanjutan, termasuk energi surya, hidro, biomassa, serta transportasi berkelanjutan. IKPT turut berperan sebagai salah satu kontraktor dalam pembangunan MRT Jakarta Fase-1 (CP-107) jalur Utara–Selatan sebagai bagian dari konsorsium METRO ONE.

“Melalui solusi pembiayaan berkelanjutan yang diberikan dalam kerja sama ini, CIMB Niaga terus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi gas rumah kaca sebagai upaya mitigasi perubahan iklim nasional,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Galih Pratama

Recent Posts

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

1 hour ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

2 hours ago

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More

2 hours ago

Prabowo-Trump Sepakati Tarif Resiprokal 19 Persen, Begini Pandangan Ekonom

Poin Penting Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump menyepakati tarif resiprokal 19… Read More

2 hours ago

ASLC Proyeksikan Permintaan Mobil Bekas Melonjak Jelang Lebaran 2026

Poin Penting PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) proyeksikan penjualan mobil bekas naik jelang mudik… Read More

2 hours ago

Kesepakatan Dagang RI–AS Tak Sepenuhnya Manis, Ini Catatan Ekonom

Poin Penting Tarif resiprokal RI–AS berisiko menahan ekonomi akibat lemahnya permintaan global, gangguan rantai pasok,… Read More

3 hours ago