Ilustrasi;
Jakarta — PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) optimis dapat menjaga likuiditas pada kuartal kedua tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan usai menghadiri penandatanganan kerjasama dengan Genesis Alternative Ventures (Genesis) di Graha CIMB Niaga Jakarta.
Menurutnya, likuiditas yang tercermin dari angka Loan to Deposits Ratio (LDR) miliknya masih menunjukkan angka positif pada 94 persen.
“Karena LDR kita 94 persen hingga 95 persen. Bahkan kita biasanya 96 persen hingga 97 persen tidak ada masalah,” kata Tigor di Graha CIMB Niaga Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.
Tigor menambahkan, pada kuartal kedua dirinya berharap pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) miliknya masih terus berlanjut. Sementara dari sisi kredit, pihaknya masih terus mencatat pertumbuhan khususnya pada segmen perumahan.
“Pada kuartal kedua mudah-mudahan sudah lebih membaik dari DPK-nya, lalu dari segi kreditnya juga masih cukup baik, dari segi growth baik,” tambah Tigor.
Sebagai informasi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan pertumbuhan kredit pada Februari 2019 mencapai 12,13 persen secara setahunan, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 6,57 persen.
Gap pertumbuhan kredit dan DPK
yang masih cukup tinggi ini berdampak pula pada LDR perbankan yang bertahan di level 93,35 persen. Gap pertumbuhan ini menyebabkan tekanan likuiditas pada beberapa kelompok bank dalam upaya mendapatkan dana masyarakat. Pertumbuhan DPK yang mulai membaik secara bulanan
diharapkan berlanjut untuk menyeimbangkan rencana ekspansi kredit. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More