Perbankan

CIMB Niaga Kantongi Laba Sebelum Pajak Rp6,7 Triliun di September 2025

Poin Penting

  • CIMB Niaga membukukan laba sebelum pajak konsolidasi Rp6,7 triliun hingga September 2025, didukung peningkatan kredit dan dana murah (CASA).
  • Kredit naik 4,6 persen yoy menjadi Rp228,7 triliun, DPK naik 8,6 persen yoy menjadi Rp278 triliun dengan rasio CASA 67,9 persen.
  • Rasio NPL terjaga di 1,98 persen, CAR 24,7 persen, dan LDR 81,1 persen, menegaskan posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua dengan total aset Rp369,5 triliun.

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) pada hari ini (30/10) melaporkan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp6,7 triliun di September 2025. Laba tersebut naik sebesar 1,7 persen year on year (yoy) dan menghasilkan earnings per share Rp209,57.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan pertumbuhan laba positif pada sembilan bulan pertama tahun 2025 tersebut didukung oleh peningkatan kinerja kredit dan current account and savings account (CASA). 

Secara kuartal, perolehan kinerja perseroan menunjukkan peningkatan operasional dan profitabilitas, yang didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. 

“Kami juga terus menjaga kualitas aset dengan prinsip kehati-hatian, dengan rasio gross non-performing loan (NPL) sebesar 1,98 persen. Hal ini disertai posisi modal yang kuat dan pembentukan modal yang solid, menegaskan fundamental dan ketahanan finansial Bank yang baik,” ucap Lani dalam keterangan resmi di Jakarta, 30 Oktober 2025.

Lani, menambahkan, sesuai purpose perseroan dalam Advancing Customers and Society, CIMB Niaga tetap fokus menjalankan strategi Forward30 untuk mempercepat pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitable. 

Baca juga: Adu Laba BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN di Kuartal III 2025, Siapa Paling Cuan?

Melalui investasi berkelanjutan di bidang teknologi dan inovasi digital, kata Lani, pihaknya terus meningkatkan customer experience serta memperkuat pertumbuhan yang berfokus pada nasabah dengan senantiasa bekerja dari hati. 

“Kami yakin bahwa dengan fundamental yang kuat, tim yang berdedikasi, serta pendekatan yang berorientasi pada purpose, kami dapat terus menghadirkan nilai jangka panjang dan dampak positif bagi nasabah dan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 24,7 persen dan 81,1 persen.

Sedangkan total aset konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp369,5 triliun per 30 September 2025. Ini memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Dari sisi funding, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp278,0 triliun atau naik 8,6 persen yoy, dan menunjukkan rasio CASA yang baik sebesar 67,9 persen, dengan CASA tumbuh 10,6 persen yoy menjadi Rp188,8 triliun.

Baca juga: SMBC Indonesia Catat Laba Bersih Rp1,5 Triliun hingga September 2025

Tidak hanya itu, realisasi kredit atau pembiayaan naik 4,6 persen yoy menjadi Rp228,7 triliun. Kredit usaha kecil menengah (UKM) mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,7 persen yoy, diikuti korporasi yang tumbuh 5,4 persen yoy, dan konsumer yang meningkat 4,3 persen yoy. 

Kenaikan tertinggi di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) sebesar 18,7 persen yoy. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

2 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

2 hours ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

2 hours ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

2 hours ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

2 hours ago

CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik

Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More

2 hours ago