Poin Penting
- CIMB Niaga ikut dalam pembiayaan hijau USD750 juta untuk Vale Indonesia guna mendukung hilirisasi nikel dan transisi energi
- Partisipasi CIMB Niaga dalam fasilitas SLL Vale Indonesia menegaskan komitmen bank pada pembiayaan berkelanjutan dan target net zero
- Pembiayaan Vale Indonesia oleh CIMB Niaga memperkuat rantai pasok kendaraan listrik dan pengembangan energi bersih.
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) berpartisipasi dalam fasilitas pembiayaan hijau atau syndicated sustainability-linked loan (SLL) senilai USD750 juta kepada PT Vale Indonesia Tbk.
Penyaluran fasilitas pembiayaan ini menjadi bagian dari upaya perseroan dalam mendukung hilirisasi nikel nasional sekaligus percepatan transisi energi menuju ekonomi rendah karbon. BNGA, bergabung bersama dengan 16 bank lainnya dalam sindikasi pembiayaan tersebut.
Head of Corporate, Investment Banking Coverage & Loan Syndication CIMB Niaga, Miranty Supardi, mengatakan, partisipasi bank dalam pembiayaan ini sejalan dengan visi keberlanjutan CIMB Niaga, yaitu Sekarang Untuk Masa Depan.
Menurutnya, CIMB Niaga berkomitmen terus mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pembiayaan hijau, termasuk pada sektor pertambangan yang memiliki peran strategis dalam transisi energi global.
Baca juga: CIMB Niaga dan ESTI Teken Fasilitas SLL Rp117 Miliar untuk Industri Tekstil
Fasilitas SLL ini mengaitkan kinerja pembiayaan dengan indikator keberlanjutan yang mendorong penerapan praktik operasional berwawasan lingkungan.
“Keterlibatan CIMB Niaga dalam fasilitas sustainability-linked loan ini merupakan wujud dukungan kami terhadap keberlanjutan di industri ekstraktif,” ujar Miranty, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia bilang, Vale Indonesia sendiri telah menerapkan best practice dalam operasionalnya, termasuk penggunaan energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air (hydropower), sehingga mampu menghasilkan produk nikel dengan emisi rendah.
Selain itu, perusahaan juga memiliki rencana pengembangan energi terbarukan dan elektrifikasi operasional guna menurunkan intensitas emisi karbon pada masa mendatang.
“Hal ini sejalan dengan komitmen CIMB Group menuju Net Zero Emission pada 2050,” jelasnya.
Diketahui, BNGA terus berkomitmen untuk memfasilitasi pembiayaan berkelanjutan di Indonesia, dengan menyediakan solusi keuangan yang mendukung pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca dan mitigasi perubahan iklim nasional.
Baca juga: Dua Direktur KB Bank Kompak Mengundurkan Diri
Adapun per 30 September 2025, hampir 24 persen dari total pembiayaan CIMB Niaga (atau sekitar Rp54,7 triliun) mendukung transisi yang adil, ekonomi rendah karbon, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dari PBB.
Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik
Lebih lanjut, pembiayaan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok bahan baku kendaraan listrik. Sebab, nikel menjadi salah satu komponen utama dalam produksi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) ataupun sistem penyimpanan energi (battery energy storage system).
Adapun, partisipasi CIMB Niaga dalam fasilitas pembiayaan tersebut juga merupakan bagian dari strategi diversifikasi portofolio kredit pada sektor critical minerals yang menjadi tulang punggung pengembangan industri energi bersih global.
“Dengan mendukung Vale Indonesia, CIMB Niaga tidak hanya memperkuat pertumbuhan bisnis berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mempercepat transisi energi dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional maupun global,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


