Digital Lounge CIMB Niaga (foto: istimewa)
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mencetak laba bersih konsolidasian Rp6,89 triliun di 2024. Raihan laba ini naik 5,30 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,55 triliun.
Sementara itu, laba sebelum pajak konsolidasi (audited) BNGA mencapai Rp8,7 triliun, naik 4,4 persen secara tahunan.
Pertumbuhan laba tersebut, dikontribusikan dari pendapatan bunga bank sebesar 8,6 persen secara tahunan menjadi Rp24,23 triliun dibanding periode serupa tahun sebelumnya Rp22,3 triliun.
Di sisi lain, beban bunga melonjak 22,42 persen yoy menjadi Rp10,96 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih turun tipis 0,64 persen yoy menjadi Rp13,26 triliun.
Dari sisi intermediasi, CIMB mencatat penyaluran kredit Rp228 triliun, naik 6,9 persen yoy dibanding periode sama tahun sebelumnya. Jumlah ini ditopang dari pertumbuhan UKM 6,9 persen yoy, diikuti perbankan korporasi yang tumbuh 8,3 persen yoy, dan perbankan konsumer yang meningkat 5,4 persen yoy.
Baca juga : CIMB Niaga Resmikan Digital Branch di Palembang
Pertumbuhan kredit ini juga diimbangi oleh peningkatan Total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 105 persen yoy menjadi Rp260,6 triliun. Adapun kontribusi terbesarnya berasal dari pertumbuhan current account and savings account(CASA) yang naik 14,2 persen yoy menjadi Rp172,1 triliun. Dana murah ini menyumbang 66 persen dari total DPK CIMB Niaga.
Dari sisi kualitas aset, CIMB Niaga mencatatkan rasio kredit bermasalah (NPL) gross 1,8 persen atau membaik dari 2,0 persen pada tahun sebelumnya. Rasio kecukupan modal (CAR) terjaga pada level 23,3 persendan rasio loan to deposit ratio (LDR) sebesar 86,3 persen.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kinerja solid perseroan tahun lalu mencerminkan keberhasilan strategi Forward23+ dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan di berbagai segmen bisnis utama.
Baca juga : Tiga Direksi CIMB Niaga Kompak Borong Saham BNGA, Segini Nilainya
“Berkat strategi ini, kami dapat menghadirkan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, serta memberikan nilai positif bagi masyarakat luas, dengan tetap berfokus pada inovasi digital dan meningkatkan customer experience,” katanya, Kamis, 20 Februari 2025.
Ia menegaskan, pencapaian ini merupakan bentuk dedikasi perusahaan terhadap praktik perbankan yang bertanggung jawab, serta misi untuk menciptakan nilai positif yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholders.
“Kami melakukan percepatan transformasi digital, memperluas portofolio produk, serta memperkuat kapabilitas teknologi guna mendorong pertumbuhan di masa depan. Dalam menghadapi perubahan dinamika pasar dan meraih peluang baru, kami tetap berkomitmen memberikan keuntungan jangka panjang bagi para nasabah dan stakeholderskami,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More