Sementara itu, untuk total penyaluran kredit tercatat tumbuh 1,6 persen (yoy) atau mencapai Rp180,16 triliun per 31 Desember 2016. Dari total penyaluran kredit tersebut, kredit konsumer tercatat sebesar Rp51,42 triliun (29%), dan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp34,51 triliun (19%) yang keduanya mencerminkan kontribusi 48 persen dari total kredit.
Baca juga: Masuk BUKU IV, CIMB Niaga Optimis Lebih Kompetitif
Sedangkan sisanya, lanjut dia, berasal dari wholesale banking, yang terdiri dari kredit korporasi sebesar Rp61,01 triliun (34%) serta kredit komersial sebesar Rp33,22 triliun (18%).
“Kami menawarkan bunga KPR sebesar 7,5 persen untuk fixed tiga tahun dalam rangka menyambut Tahun Baru China (Imlek). Sejalan dengan langkah pemerintah untuk terus menurunkan suku bunga kredit satu digit, hasil penghematannya akan kami berikan kepada nasabah,” tambah Tigor. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Penerimaan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy… Read More
Poin Penting Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panja untuk membahas revisi UU… Read More
Poin Penting OJK dan BEI perkuat sinergi penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar modal, termasuk… Read More
Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More