Keuangan

CICIL Fokus Perkuat Pembiayaan UMKM dan Kualitas Pendanaan di 2026

Poin Penting

  • CICIL resmi bertransformasi dari pembiayaan pendidikan ke pembiayaan produktif untuk memperluas akses pendanaan UMKM dan mendorong inklusi keuangan nasional.
  • Sepanjang Januari–Oktober 2025, CICIL menyalurkan Rp1,64 triliun kepada lebih dari 200 borrower dan 700 lender, menunjukkan peningkatan kepercayaan terhadap ekosistem pendanaannya.
  • Tahun 2026, CICIL fokus menjaga kualitas portofolio melalui analisis berbasis data, verifikasi lapangan, monitoring berkala, transparansi biaya, serta penguatan mitigasi risiko dan keamanan informasi.

Jakarta – CICIL menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Transformasi perusahaan dari pembiayaan pendidikan menuju pembiayaan produktif menjadi langkah strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pendanaan yang cepat dan tepat di sektor riil, khususnya UMKM.

Fokus baru ini merupakan lanjutan dari misi perusahaan untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Pelaku usaha produktif, termasuk mereka yang belum terjangkau lembaga keuangan konvensional, membutuhkan dukungan pendanaan yang fleksibel untuk menjaga pertumbuhan dan keberlanjutan usaha.

Baca juga: UMKM Anggap Biaya E-Commerce Investasi, Dongkrak Penjualan Lewat Promosi

“Misi CICIL sejak awal adalah menghadirkan akses keuangan yang inklusif. Kami memandang kehadiran fintech seperti CICIL merupakan pelengkap ekosistem keuangan nasional. Dengan kemampuan menghadirkan proses yang lebih cepat, efisien, dan berbasis teknologi, fintech berperan penting dalam membantu pelaku usaha produktif. Pembiayaan produktif menjadi cara bagi kami membantu mengembangkan sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas,” ujar Ivan Joshua Tandika, Direktur CICIL, dikutip Rabu (26/11).

Hal tersebut tercermin dari capaian kinerja sepanjang tahun ini. Dari Januari sampai dengan Oktober 2025, CICIL berhasil melayani lebih dari 200 borrower dan lebih dari 700 lender dengan total akumulasi penyaluran pendanaan sebesar Rp1,64 triliun. Capaian ini menunjukkan kepercayaan yang terus tumbuh terhadap kualitas layanan dan ekosistem pendanaan yang dibangun CICIL.

Menatap tahun 2026, CICIL menargetkan tidak hanya pada pertumbuhan pendanaan namun juga menjaga kualitas penyaluran pendanaan, sejalan dengan penguatan kualitas portofolio dan prinsip mitigasi risiko yang dijalankan perusahaan. Dimana, fokus pertumbuhan tidak hanya pada peningkatan volume penyaluran, tetapi juga pada stabilitas pendanaan, keberlanjutan usaha Penerima Dana, serta menjaga tingkat kepercayaan Pemberi Dana.

“Untuk memastikan kualitas pendanaan, CICIL berkomitmen untuk terus menerapkan proses analisis yang komprehensif berdasarkan data, verifikasi lapangan, hingga monitoring berkala terhadap aktivitas usaha Penerima Dana. Pada fasilitas tertentu, CICIL juga menerapkan struktur jaminan tambahan sebagai bagian dari pengendalian risiko” tambah Ivan.

Baca juga: DPR Dorong Perbankan Kucurkan Kredit ke UMKM Tanpa Hambatan Jaminan

Selain itu, CICIL juga mengedepankan transparansi biaya, bunga, dan ketentuan pembiayaan agar Penerima Dana memahami seluruh kewajiban secara jelas.

Perusahaan peer to peer lending ini juga menerapkan standar keamanan informasi ISO 27001 dan mematuhi regulasi perlindungan data untuk memastikan proses digital dilakukan secara aman dan etis. Dengan mengedepankan tata kelola yang baik, inovasi teknologi, serta manajemen resiko, CICIL terus mengambil peran aktif dalam mendorong penguatan sektor produktif dan memperluas dampak positif bagi perekonomian Indonesia. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

3 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

5 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

6 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

6 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

6 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

6 hours ago