Poin Penting
Jakarta – CICIL menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Transformasi perusahaan dari pembiayaan pendidikan menuju pembiayaan produktif menjadi langkah strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pendanaan yang cepat dan tepat di sektor riil, khususnya UMKM.
Fokus baru ini merupakan lanjutan dari misi perusahaan untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Pelaku usaha produktif, termasuk mereka yang belum terjangkau lembaga keuangan konvensional, membutuhkan dukungan pendanaan yang fleksibel untuk menjaga pertumbuhan dan keberlanjutan usaha.
Baca juga: UMKM Anggap Biaya E-Commerce Investasi, Dongkrak Penjualan Lewat Promosi
“Misi CICIL sejak awal adalah menghadirkan akses keuangan yang inklusif. Kami memandang kehadiran fintech seperti CICIL merupakan pelengkap ekosistem keuangan nasional. Dengan kemampuan menghadirkan proses yang lebih cepat, efisien, dan berbasis teknologi, fintech berperan penting dalam membantu pelaku usaha produktif. Pembiayaan produktif menjadi cara bagi kami membantu mengembangkan sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas,” ujar Ivan Joshua Tandika, Direktur CICIL, dikutip Rabu (26/11).
Hal tersebut tercermin dari capaian kinerja sepanjang tahun ini. Dari Januari sampai dengan Oktober 2025, CICIL berhasil melayani lebih dari 200 borrower dan lebih dari 700 lender dengan total akumulasi penyaluran pendanaan sebesar Rp1,64 triliun. Capaian ini menunjukkan kepercayaan yang terus tumbuh terhadap kualitas layanan dan ekosistem pendanaan yang dibangun CICIL.
Menatap tahun 2026, CICIL menargetkan tidak hanya pada pertumbuhan pendanaan namun juga menjaga kualitas penyaluran pendanaan, sejalan dengan penguatan kualitas portofolio dan prinsip mitigasi risiko yang dijalankan perusahaan. Dimana, fokus pertumbuhan tidak hanya pada peningkatan volume penyaluran, tetapi juga pada stabilitas pendanaan, keberlanjutan usaha Penerima Dana, serta menjaga tingkat kepercayaan Pemberi Dana.
“Untuk memastikan kualitas pendanaan, CICIL berkomitmen untuk terus menerapkan proses analisis yang komprehensif berdasarkan data, verifikasi lapangan, hingga monitoring berkala terhadap aktivitas usaha Penerima Dana. Pada fasilitas tertentu, CICIL juga menerapkan struktur jaminan tambahan sebagai bagian dari pengendalian risiko” tambah Ivan.
Baca juga: DPR Dorong Perbankan Kucurkan Kredit ke UMKM Tanpa Hambatan Jaminan
Selain itu, CICIL juga mengedepankan transparansi biaya, bunga, dan ketentuan pembiayaan agar Penerima Dana memahami seluruh kewajiban secara jelas.
Perusahaan peer to peer lending ini juga menerapkan standar keamanan informasi ISO 27001 dan mematuhi regulasi perlindungan data untuk memastikan proses digital dilakukan secara aman dan etis. Dengan mengedepankan tata kelola yang baik, inovasi teknologi, serta manajemen resiko, CICIL terus mengambil peran aktif dalam mendorong penguatan sektor produktif dan memperluas dampak positif bagi perekonomian Indonesia. (*) Ari Nugroho
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More
Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More
Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More
Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More
Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More