News Update

Chubb Life Perkenalkan Produk Asuransi Dwiguna Kombinasi Terbaru, Ini Keuntungannya

Jakarta – PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life Indonesia) memperkenalkan My Wealth Protection, yakni produk asuransi jiwa tradisional dwiguna kombinasi (Endowment Combination).

Kumaran Chinan, Presiden Direktur Chubb Life Indonesia menjelaskan, My Wealth Protection melindungi nasabah dari risiko meninggal dunia. Ini tentunya memberikan ketenangan pikiran untuk nasabah dan keluarga.

Apabila nasabah meninggal dunia selama masa pembayaran premi, nasabah dilindungi 100 persen dari Uang Pertanggungan atau 100 persen dari total premi yang telah dibayarkan, mana yang lebih besar, setelah itu polis akan berakhir,” jelas Kumaran dikutip 3 Juni 2025.

Baca juga: Premi Asuransi Perjalanan Zurich Syariah Tumbuh 45 Persen di April 2025

Namun, lanjut Kumaran, jika nasabah meninggal dunia karena alasan apapun setelah melewati masa pembayaran premi, Penerima Manfaat akan menerima 100 persen dari uang pertanggungan, dan polis akan tetap aktif.

My Wealth Protection juga memiliki manfaat tahapan, yang diberikan setelah nasabah selesai membayarkan premi secara keseluruhan serta sudah melewati lima tahun masa pertanggungan berikutnya.

“Manfaat tahapan ini berjumlah 20 persen dari uang pertanggungan yang diterima setiap kelipatan tiga tahun hingga akhir masa pertanggungan,” jelasnya.

Baca juga: Berkat Hal Ini, Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Terus Membaik

Manfaat dari Produk My Wealth Protection

Pertama, pilihan masa pembayaran premi asuransi ini singkat dan dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial Tertanggung, yaitu 3, 5, 8, dan 10 tahun.

Kemudian, pilihan masa perlindungan selama 15 tahun atau 25 tahun setelah masa pembayaran premi. Nasabah juga bisa memilih frekuensi pembayaran preminya, bisa bulanan, triwulanan, setengah tahunan, dan tahunan.

Adapun uang pertanggugannya minimum Rp 100 juta. Produk asuransi ini tersedia juga nilai tunai yang dapat digunakan oleh tertanggung untuk kebutuhan di masa depan dan manfaat akhir pertanggungan maksimum sebesar 200 persen Uang Pertanggungan. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

OJK Siapkan Notasi Khusus bagi Emiten yang Belum Penuhi Free Float 15 Persen

Poin Penting OJK akan memberi notasi khusus pada emiten yang belum memenuhi ketentuan free float… Read More

4 mins ago

MA AS Batalkan Tarif Trump, Ini Reaksi Prabowo

Poin Penting MA AS membatalkan sebagian kebijakan tarif Trump, namun Indonesia memastikan perjanjian dagang bilateral… Read More

21 mins ago

Muamalat DIN Dorong Zakat Digital, Volume Ziswaf Melonjak

Poin Penting Transaksi ziswaf melalui Muamalat DIN naik 24,75% secara tahunan hingga akhir 2025, menunjukkan… Read More

34 mins ago

BEI Ungkap 8 Perusahaan Antre Masuk Bursa, Didominasi Aset Jumbo

Poin Penting BEI mencatat 8 perusahaan dalam pipeline IPO 2026, terdiri dari 5 perusahaan aset… Read More

58 mins ago

BI dan Kemenkeu Sepakat Debt Switching SBN Rp173,4 Triliun Tahun Ini

Poin Penting BI dan Kemenkeu sepakat lakukan debt switching SBN Rp173,4 triliun pada 2026, sesuai… Read More

1 hour ago

Askrindo Perluas Asuransi Pariwisata di Jateng, Gandeng 20 Biro Travel

Poin Penting Askrindo menandatangani MoU dengan 20 biro travel di Jateng untuk memperluas perlindungan asuransi… Read More

2 hours ago