Poin Penting
Jakarta – PT Chubb Life Insurance Indonesia terus mendorong peningkatan penetrasi perlindungan kesehatan di Indonesia melalui peluncuran produk My Critical Illness Protection.
Produk tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap proteksi penyakit kritis dengan premi yang lebih terjangkau.
Presiden Direktur Chubb Life Indonesia, Naresh Krishnan, mengatakan rendahnya literasi dan kepemilikan asuransi kesehatan masih menjadi tantangan utama di pasar domestik. Karena itu, perseroan menghadirkan solusi yang lebih sederhana dan mudah diakses.
Baca juga: OJK Sebut 114 Perusahaan Asuransi Penuhi Modal, 30 Masih Tertinggal
“Ketidakpastian seperti penyakit kritis, sulit untuk diprediksi dan bisa menjadi tantangan untuk dihadapi. Dengan dukungan pengobatan medis yang sudah maju saat ini dan perlindungan yang tepat, memungkinkan pasien mendapatkan perawatan tepat waktu dan dapat fokus pada pemulihan,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Ia bilang, produk satu ini menawarkan manfaat perlindungan sejak tahap awal penyakit kritis hingga tahap lanjut, dengan manfaat hingga 100 persen uang pertanggungan (UP). Selain itu, terdapat manfaat meninggal dunia serta tambahan santunan akibat kecelakaan.
Dengan premi mulai dari Rp140.600, Chubb Life membidik segmen masyarakat menengah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap produk asuransi kesehatan.
Baca juga: AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal
Dirinya menilai, penetrasi asuransi kesehatan di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara lain di kawasan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi industri untuk menghadirkan produk yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui inovasi produk ini, pihaknya berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan kesehatan, sekaligus memperluas jangkauan asuransi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
“My Critical Illness Protection menjadi perlindungan komprehensif sejak diagnosis awal, memastikan ketenangan pikiran dan masa depan yang lebih cerah bagi nasabah dan keluarga mereka,” pungkasnya (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More