Jakarta – Menteri Keuangan periode 2013-2014 Chatib Basri memproyeksikan ekonomi Indonesia akan mengalami perlambatan di 2024, yang hanya tumbuh di kisaran 5 persen. Namun, ia memastikan Indonesia masih jauh dari resesi.
“Dia melambat (ekonomi RI 2024). Jadi jangan bayangkan bahwa kita akan masuk resesi atau signifikan slow down dari growth, i don’t think so. Indonesia jauh dari itu,” kata Chatib dalam acara Market Outlook 2024, dikutip, Rabu, 17 Juli 2024.
Chatib mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal lebih lambat dibandingkan tahun 2023. Adapun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05 persen. Sementara di kuartal I 2024 ekonomi RI tumbuh 5,11 persen.
Baca juga: Ekonom BCA Proyeksikan Ekonomi RI Turun di Kuartal II 2024
“Jadi saya enggak bicara ekonomi Indonesia akan tumbuh di bawah 5 persen. I think dengan kondisi seperti sekarang itu, 5 persen itu kita masih bisa punya dampak. Jadi relatif terhadap tahun sebelumnya, dia melambat,” katanya.
Dia pun membeberkan sejumlah tantangan bagi pemerintah dalam mengumpulkan pendapatan negara salah satunya, yakni penurunan harga komoditas. Untuk itu, ia meminta pemerintah fokus terhadap perekonomian domestik.
Baca juga: Kondisi Global Makin Ngeri, Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi RI Capai 5,2 Persen di Semester II 2024
“Sebetulnya likuiditasnya harus dijaga supaya dia bisa pumping money untuk bisa konsumsinya bisa berjalan,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5 persen year on year (yoy) pada 2024 dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 4,9 persen yoy. (*)
Poin Penting OJK menetapkan free float minimum saham menjadi 15 persen, naik dari 7,5 persen,… Read More
Poin Penting BRI membuka peluang rasio dividen 2025 lebih tinggi, didukung CAR kuat di level… Read More
Poin Penting Grab melalui A5-DB Holdings menambah kepemilikan saham Superbank (SUPA) sebanyak 253,91 juta saham… Read More
Poin Penting LPDP masih menghitung total dana beasiswa yang harus dikembalikan alumni AP, termasuk pokok… Read More
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga BANK Indonesia (BI) melaporkan bahwa neraca pembayaran Indonesia… Read More
Poin Penting Reformasi OJK dan BEI diyakini memperkuat pasar modal, meningkatkan transparansi, tata kelola, dan… Read More