Lebih lanjut dia mengungkapkan, pelemahan rupiah bagus untuk menggenjot kinerja ekspor Indonesia. Selain itu, kata Chatib, pelemahan nilai tukar mata uang Garuda tersebut dapat membantu Indonesia menggeser orientasi ekonomi menjadi ke sektor manufaktur.
Baca juga:Batasi Pelemahan Rupiah, BI Diminta Intervensi Pasar
Dirinya memandang, bahwa nilai tukar rupiah yang terlalu menguat, bisa menyebabkan ekspor Indonesia menurun. Terlebih, saat ini, ekspor Indonesia belum menunjukkan kinerja yang memuaskan. “Jangan khawatir, rupiah yang lemah itu bagus untuk ekspor kita apalagi kalau di sana (AS) menerapkan kebijakan proteksi, itu harus buat produk kita relatif lebih murah,” ucap Chatib. (*)
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More