Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris didukung oleh Presiden Joe Biden setelah dia keluar dari pemilihan presiden [Nathan Howard/AFP]
Jakarta – Calon Presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris cetak rekor pengumpulan dana kampanye senilai USD $540 juta atau setara Rp8,3 triliun dalam waktu sebulan, sejak dirinya memulai pencalonan sebagai presiden AS. Dana tersebut diketahui mengalami lonjakan selama Konvensi Nasional Partai Demokrat pekan lalu.
Dalam sebuah memo yang dirilis oleh Manajer Kampanye Harris, Jen O’Malley Dillon mengungkap, dana yang terkumpul sebesar $540 juta, termasuk $82 juta atau setara Rp1,2 triliun, yang masuk selama minggu konvensi merupakan tanda antusiasme Partai Demokrat terhadap pencalonannya.
Baca juga : Dukungan Meningkat, Kamala Harris Berhasil Galang Dana Kampanye Rp3,2 Triliun dalam Sepekan
“Tepat sebelum pidato penerimaan Wakil Presiden Harris pada Kamis malam, kami secara resmi melampaui angka $500 juta,” tulis O’Malley Dillon dalam memo yang dirilis oleh tim kampanye dinukil Al Jazeera, Senin, 26 Agustus 2024.
“Segera setelah pidatonya, kami melihat waktu penggalangan dana terbaik sejak hari peluncuran,” jelasnya.
“Ini adalah kampanye presiden terbanyak yang pernah terjadi dalam rentang waktu ini,” tambahnya.
Tim kampanye Harris juga mengatakan, mereka menyaksikan peningkatan dukungan sukarelawan untuk wakil presiden. Selama minggu konvensi, para pendukung mendaftar ke hampir 200.000 relawan untuk membantu kampanye.
Baca juga : Biden dan Trump Berlomba Galang Dana Kampanye, Nilainya Segini
Diketahui, Harris menjadi calon presiden pada 21 Juli ketika Presiden Joe Biden mengundurkan diri di bawah tekanan dari rekan-rekan Demokrat yang khawatir akan usianya setelah ia tersandung dalam debat tanggal 27 Juni melawan saingannya dari Partai Republik Donald Trump.
Pencalonan Harris juga menghasilkan momentum yang membuat Trump bersikap defensif dan membuatnya kesulitan mempertahankan perhatian media.
Trump juga telah terbukti sebagai penggalang dana yang tangguh, namun saat ini tampaknya ia kalah dibandingkan kampanye Harris yang sudah berjalan selama sebulan.
Tim kampanye Trump dan afiliasinya mengumumkan pada awal bulan ini bahwa mereka telah mengumpulkan dana sebesar $138,7 juta pada bulan Juli.
Angka ini lebih kecil dari jumlah yang diperoleh Harris pada minggu pembukaan pencalonan dirinya sebagai presiden. Tim kampanye Trump melaporkan adanya uang tunai sebesar $327 juta pada awal Agustus.
Harris dan pasangannya sebagai wakil presiden, Tim Walz, melakukan kampanye mereka untuk Gedung Putih dalam tur bus melalui Georgia minggu ini, mencari untuk membangun dukungan di negara bagian yang akan menjadi besar dalam pemilu 5 November. (*)
Editor : Galih Pratama
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More