Market Update

Cetak Rekor ATH Baru, IHSG Ditutup Menguat ke Posisi 8.933

Poin Penting

  • IHSG ditutup menguat 0,84 persen ke level 8.933,60 pada perdagangan 6 Januari 2026, menandai rekor tertinggi sepanjang masa dengan mayoritas saham bergerak menguat.
  • Sebanyak 428 saham menguat dengan nilai transaksi mencapai Rp34,13 triliun dan volume perdagangan 67,91 miliar saham
  • Penguatan dipimpin sektor bahan baku, industrial, dan energi, sedangkan sektor transportasi menjadi satu-satunya yang terkoreksi.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 6 Januari 2026 kembali ditutup melesat ke level 8.933,60 atau menguat 0,84 persen dari posisi 8.859,19. Dengan pencapaian tersebut IHSG kembali menyentuh level All Time High (ATH) terbarunya.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 256 saham terkoreksi, 428 saham menguat, dan 127 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 67,91 miliar saham diperdagangkan dengan 4,36 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp34,13 triliun.

Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak hijau. Ini terlihat dari LQ45 yang naik 0,61 persen ke 865,06, IDX30 menguat 0,07 persen menjadi 442,70, Sri-Kehati meningkat 0,13 persen menjadi 384,67, dan JII naik tipis 0,02 persen menjadi 596,76.

Baca juga: Pertebal Kepemilikan, Anak Usaha Grup Astra Borong 534,81 Juta Saham MMLP

Tidak hanya itu, hampir seluruh sektor juga terpantau naik. Rinciannya, sektor bahan baku menguat 3,35 persen, sektor industrial meningkat 2,14 persen, sektor energi naik 1,62 persen, sektor teknologi menguat 1,57 persen, dan sektor properti meningkat 1,34 persen.

Selanjutnya, sektor infrastruktur naik 0,86 persen, sektor non-siklikal menguat 0,73 persen, sektor keuangan meningkat 0,66 persen, sektor siklikal naik 0,22 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,17 persen. 

Sedangkan, hanya sektor transportasi yang mengalami pelemahan 0,89 persen, dengan harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) merosot 2,20 persen. 

Baca juga: Intip Gerak Saham Asuransi Jelang Batas Pemenuhan Modal Minimum

Saham Top Gainers dan Top Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), dan PT Bank Victoria International Tbk (BVIC).

Sedangkan saham top losers adalah PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Implementasi PP 43 Tahun 2025 Bawa Kabar Baik bagi Profesi Akuntan

Poin Penting Sistem pelaporan keuangan satu pintu meningkatkan kebutuhan akuntan publik dan membuka prospek karier… Read More

2 hours ago

Kemenkop Beri Relaksasi Kredit dan Pendampingan Koperasi Terdampak Bencana

Poin Penting Pendampingan dilakukan bagi koperasi eksisting dan Kopdes/Kel Merah Putih di Aceh, Sumut, dan… Read More

2 hours ago

Purbaya Terbitkan Aturan Relaksasi Dana Transfer ke Daerah Terdampak Bencana Sumatera

Poin Penting PMK Nomor 102 Tahun 2025 diterbitkan untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascabencana… Read More

3 hours ago

RUPSLB BTN Putuskan Tambah Komisaris Baru

Dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tersebut memutuskan penambahan satu anggota dewan… Read More

5 hours ago

KPPU Tutup 2025 dengan Denda Persaingan Usaha Hampir Rp700 Miliar

Poin Penting Sepanjang 2025, KPPU menjatuhkan 13 putusan dengan total denda Rp698,5 miliar, didominasi perkara… Read More

6 hours ago

Gebyar Awal Tahun, PLN Beri Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Poin Penting Promo tambah daya PLN diskon 50 persen berlaku 7–20 Januari 2026 melalui aplikasi… Read More

6 hours ago