Jakarta – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berencana akan meningkatkan rasio pembagian dividen dengan melihat kondisi permodalan dan profitabilitas perusahaan.
Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini, mengatakan bahwa peningkatan dividen payout tersebut akan naik di kisaran 30-40% dari tahun lalu yang sebesar 25%.
“Tingkat dividen payout kami kisarannya kalau tahun lalu 25%, mungkin ini bisa kami review tentunya naik tergantung dengan kondisi permodalan dan juga profitabilitas kami itu kita melihat di kisaran 30-40%,” ucap Novita dalam konferensi pers public expose, 13 September 2022.
Kenaikan tersebut terefleksi dari kondisi permodalan BNI yang semakin membaik pada modal tier I BNI sebesar 17% dan capital adequacy ratio (CAR) 19%, sejalan dengan aksi korporasi yang dilakukan oleh BNI selama 2 tahun terakhir.
Adapun, BNI juga mencatatkan kinerja positif pada semester I-2022 yang mencatatkan laba bersih mencapai Rp8,8 triliun atau melonjak 75% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, BBNI juga menargetkan sejumlah hal, diantaranya dapat meningkatkan kredit di kisaran 10% untuk tahun-tahun berjalan. Pada rasio NPL perusahaan menargetkan berada di bawah 1,5% di tahun 2025.
“Dengan cost of credit yang akan kami jaga di level 1%, return on average (ROA) di 3 tahun mendatang ini juga akan kami capai di level minimal 18%,” imbuhnya.
Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan Transaksi, BNI Perkuat Akusisi Digital Client
Perusahaan juga melihat antara tingkat ROA bank dengan valuasi saham dengan parameter price to book value (PBV), dengan membaiknya rasio ROA di BNI diharapkan dapat meningkatkan valuasi saham BNI dan juga memberikan capital gain kepada para pemegang saham. (*) Khoirifa
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More