Menteri Keuangan Sri Mulyani respons soal Indonesia kena tarif Trump 32 persen (Foto: istimewa)
Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa dalam mengurus fiskal atau anggaran negara seperti naik roller coaster setiap hari. Hal itu dia sampaikan sebab volatilitas harga komoditas yang berubah dengan cepat.
“Ini untuk memberikan gambaran bagaimana volatilitas itu sebagai roller coaster. Saya tidak berani main roller coaster, tidak berani karena setiap hari sudah menghadapi roller coaster di APBN,” ungkap Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa, 4 Juni 2024.
Baca juga: Sri Mulyani Klaim Program Makan Bergizi Prabowo Bisa Dorong Ekonomi RI
Bendahara negara ini menjelaskan, volatilitas tersebut terjadi pada komoditas minyak. Misalnya saja, pada tahun 2014 harga minyak mencapai USD115 per barel. Di mana saat itu, Golden Sachs salah satu bank investasi Amerika Serikat (AS) memprediksi harga minya bisa mencapai USD250 per barel.
“Naik terus tahun 2010, 2011. Dari tadinya USD80 per barel menjadi di atas USD100. Dan di atas USD100 selama di atas 3 tahun, tiba-tiba jleb itu jatuh. Jatuhnya itu sangat dalam. Bahkan mencapai USD28 per barel tahun 2016,” jelas Sri Mulyani
Kemudian, kembali merambat naik di sekitar USD60 per barel, dan pada saat pandemi jatuh lagi pada pandemi di tahun 2020 pandemi ke level paling rendah di dalam histori harga minyak selama 5 dekade yaitu USD23 per barel.
“Angka USD23 itu harga minyak pada saat sebelum perang Iran tahun 70-an 80-an. Dan kemudian dalam waktu kurang 2 tahun naik lagi di USD120 per barel karena ada perang Ukraina dan Rusia,” ungkapnya.
Baca juga: Sri Mulyani: Defisit Fiskal APBN 2025 Sudah Dipertimbangkan dengan Program Prabowo
Kemudian, setelah itu melorot lagi di harga USD65 per barel, lalu naik lagi di USD90 per barel. Artinya, volatilitas di harga minyak terjadi sangat cepat.
“Kenaikan dan penurunan harga seperti ini jelas mempengaruhi APBN kita dan ekonomi kita,” tukas Sri Mulyani. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Adira Finance membagikan dividen Rp772,37 miliar (Rp630/saham) atau sekitar 50 persen dari laba… Read More
Poin Penting Pemerintah menyiapkan injeksi likuiditas Rp100 triliun ke bank-bank Himbara untuk menjaga stabilitas sistem… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut usulan pengadaan motor listrik dan komputer untuk… Read More
Poin Penting Defisit APBN 2026 dipastikan tetap dijaga di bawah 3 persen meski harga minyak… Read More
Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More