Perbankan

Cerita Gubernur Kalbar Tolak Suap Rp2,5 Miliar Demi jaga Profesionalisme di BPD

Yogyakarta – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengaku pernah menolak suap senilai Rp2,5 miliar dan tanah seluas 2 hektar yang ditawarkan kepadanya agar meloloskan seorang kepala divisi di Bank Kalbar menjadi direksi. Namun, dirinya dengan tegas menolak suap tersebut dan justru memecat kepala divisi yang bersangkutan.

“Saya bilang tidak benar. Saya bilang itu kepala divisi copot aja. Bisa merusak bank,” ungkap Sutarmidji dalam seminar bertajuk ‘Visi Kepala Daerah Terhadap BUMD Sebagai Agen Pembangunan Darah yang Profesional’ yang digelar Infobank bekerjasama dengan ASBANDA, Kamis 11 Mei 2023.

Cerita dari Sutarmidji ini juga menunjukkan bahwa good corporate governance (GCG) masih menjadi masalah yang serius di bank pembangunan daerah (BPD). Peran untuk menjaga integritas dan profesionalisme di BPD tidak hanya dari sisi kepala daerah selaku pemilik, tapi juga dari jajaran direksi dan seluruh karyawan BPD itu sendiri.

Di lain waktu, dirinya juga mengatakan pernah menolak direktur Bank Kalbar yang telah menjabat dua periode untuk menjadi komisaris. Ia menolak lantaran, direktur itu menyerahkan data-data terkait Bank Kalbar yang tidak benar kepadanya dengan harapan dapat diangkat menjadi komisaris.

Karena itu, dengan berbagai permasalahan ini, dirinya mengatakan hal ini harus segera dibenahi agar BPD dapat menjalankan perannya sebagai agen pembangunan daerah dengan profesional. “Hal- hal seperti ini, praktik-praktik seperti ini harus kita selesaikan. Harus professional,” ungkapnya.

Sutarmidji mengamini, dengan tata kelola yang baik dan profesional, BPD dapat menjadi pendorong perekonomian daerah. Apalagi, untuk daerah-daerah yang APBD nya kecil. Dengan kolaborasi antar BPD dan Pemda, maka berbagai program untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dapat dilaksanakan.

“Misalnya hal yang kecil aja. Misalnya saya ingin ada kantin sehat di seluruh sekolah di kota Pontianak. Kalau saya bangun kantin itu menggunakan anggaran cukup besar. Tapi saya bilang bunganya saya yang bayar. Bank berikan pinjaman. Jadi kolaborasi seperti ini menghasilkan percepatan capaian kantin sehat,” ungkapnya.

Dengan memahami hal tersebut, maka dirinya tidak ingin melakukan intervensi untuk kepentingan pribadi kepada Bank Kalbar. Dirinya hanya berpesan agar Bank Kalbar dapat meraih kinerja yang positif.

Harapan Gubernur Kalbar tersebut kemudian dijawab dengan sangat baik oleh Rokidi selaku direktur utama Bank Kalbar. Rokidi yang menjadi dirut sejak 2021 ini mampu membawa bank yang dipimpinnya menorehkan rapor yang gemilang.

Buktinya, pada triwulan I-2023, penyaluran kredit Bank Kalbar mampu tumbuh 10,73% (year on year/yoy) menjadi Rp13,05 triliun. Kemudian, Bank Kalbar mencatatkan laba bersih sebesar Rp126,24 miliar hingga tiga bulan pertama tahun ini. (*) Dicky F.

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ahli Tegaskan Kasus Sritex Bukan Korupsi, Eks Dirut Bank Jateng Dinilai Tak Layak Dipidana

Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More

7 mins ago

OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Begini Respons Purbaya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More

2 hours ago

Melangkah Menuju KBMI 2, Bank BPD Bali Catatkan Kinerja Positif di Triwulan I 2026

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat modal inti Rp5,7 triliun dan menargetkan naik kelas ke… Read More

3 hours ago

Tak Sepakat Putusan KPPU, Pindar Adapundi Ajukan Banding

Poin Penting Adapundi menolak putusan KPPU karena dinilai tidak mencerminkan kondisi dan regulasi industri fintech… Read More

5 hours ago

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

6 hours ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

6 hours ago