IIlustrasi - Central Omega Resorces catat kinerja positif di kuartal III 2025. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatat kinerja keuangan dan operasional yang positif pada kuartal III yang berakhir 30 September 2025.
Laba bersih perseroan pada kuartal III 2025 mencapai Rp442,69 miliar, meningkat signifikan sebesar 54,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan pendapatan yang tercatat sebesar Rp1,2 triliun atau naik 29,5 persen secara tahunan.
Baca juga: Bank Mandiri Catat Laba Rp30,65 Triliun per Agustus 2025, Kredit Naik 10,75 Persen
Direktur DKFT, Feni Silviani Budiman, menyampaikan bahwa kinerja keuangan perseroan selama kuartal III 2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan, ditopang oleh kenaikan pendapatan serta lonjakan laba bersih yang signifikan.
“Kami berkomitmen untuk mempertahankan momentum ini dan akan terus berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Feni dalam keterangan resmi dikutip Rabu, 15 Oktober 2025.
Tidak hanya itu, Perseroan juga berhasil melanjutkan momentum pertumbuhan bisnis yang solid, didorong oleh kuatnya permintaan pasar yang berujung pada pertumbuhan signifikan dalam metrik keuangan utama.
Kinerja operasional dari sisi jumlah produksi bijih nikel tercatat mencapai 2,07 juta ton pada kuartal III 2025, menandai peningkatan signifikan sebesar 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Lalu, volume penjualan bijih nikel tercatat sebesar 2,29 juta ton pada kuartal III 2025 atau melonjak 31 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari kuartal tahun sebelumnya.
Baca juga: RUPSLB Garuda Indonesia Angkat Purnawirawan TNI Glenny Kairupan Jadi Dirut Baru
Adapun, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) Perseroan mencapai Rp638,09 miliar, melonjak 197,94 persen secara yoy, menggaris bawahi efisiensi operasional dan profitabilitas inti yang sangat kuat.
Perseroan juga mencatatkan arus kas dari aktivitas operasional sebesar Rp677,4 miliar, tumbuh 25,0 persen dari periode yang sama tahun 2024, memberikan fondasi likuiditas yang sehat untuk mendukung ekspansi di masa depan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More
Poin Penting IHSG ditutup anjlok 1,37 persen ke 8.280,83 pada 24 Februari 2026, didorong koreksi… Read More
Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More