Perbankan dan Keuangan

Cek NPL Bank Digital Kuartal I-2025, Siapa Paling Sehat?

Jakarta – Sebagian besar bank digital mencatatkan tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang masih tergolong aman, setidaknya hingga kuartal I-2025. Angka ini masih jauh di bawah ambang batas (thresholds) 5 persen yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada April 2025, rasio kredit macet industri perbankan tercatat 2,24 persen, naik dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 2,17 persen.

Meskipun secara tahunan (YoY) lebih rendah, rasio NPL cenderung mengalami kenaikan sejak akhir 2024 yang berada di level 2,08 persen.

Baca juga: Daftar Suku Bunga Deposito Bank Digital Terbaru, Mana yang Paling Cuan?

Berdasarkan data Biro Riset Infobank (BIRI), sebagian besar rasio NPL bank digital masih berada di bawah 1 persen.

Berikut daftar rasio NPL bank digital di Indonesia per kuartal I-2025:

Bank Seabank Indonesia

Secara tahunan (YoY), PT Bank Seabank Indonesia mencatat penurunan rasio NPL Net dan NPL Gross. Per kuartal I-2025, rasio NPL Net turun tipis menjadi 0,15 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yakni 0,18 persen.

Adapun rasio NPL Gross turun menjadi 1,57 persen, dibandingkan 2,02 persen pada periode sama tahun sebelumnya.

Bank Neo Commerce

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil menurunkan rasio NPL Gross menjadi 3,18 persen, turun 0,76 persen dari 3,94 persen, pada periode serupa tahun sebelumnya. 

Selain itu, perseroan juga mampu menjaga NPL Net di level cukup rendah, yaitu 0,36 persen, turun dari level 1,3 persen pada periode sama tahun 2024.

Bank Digital BCA

Rasio NPL Gross perseroan berhasil ditekan menjadi 0,97 persen dari sebelumnya 1,81 persen. Lalu, NPL Net pun ikut turun dari 0,37 persen menjadi 0,19 persen.

Baca juga: Berbalik Untung, Bank Digital BCA blu Bukukan Laba Bersih Rp46,04 Miliar

Super Bank Indonesia

Rasio NPL Gross Bank digital milik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), Superbank di kuartal I-2025, cukup membaik menjadi 2,33 persen, dari 4,76 persen pada periode sama tahun sebelumnya. Sementara itu, NPL Net naik dari 0,57 persen menjadi 0,64 persen.

Bank Raya

Pada kuartal I-2025, Bank Raya berhasil memperbaiki Rasio NPL Gross menjadi 3,70 persen dan NPL Net sebesar 1,40 persen dari periode sebelumnya dengan Rasio NPL Gross tercatat sebesar 4,28 persen dan NPL Net sebesar 1,83 persen.

Allo Bank Indonesia

Per Maret 2025, rasio NPL Gross Allo Bank naik menjadi 1,45 persen dari 0,39 persen, dan NPL Net menjadi 0,51 persen dari 0,24 persen.

Baca juga: Infobank Institute Bekerjasama Dengan PT Allo Bank Indonesia Tbk. Menggelar In-House Training

Bank OKE Indonesia

PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) mencatat penurunan NPL Net dari 2,49 persen menjadi 1,23 persen. Begitu pula dengan NPL Gross perseroan turun menjadi 2,17 persen, dari sebelumnya 4,2 persen.

Krom Bank

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) berhasil menjaga rasio NPL Gross pada level rendah, yakni 2,82 persen, dari sebelumnya 4,88 persen. Untuk NPL Net, angkanya pun ikut turun menjadi 0,18 persen dari 1,54 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Purbaya Perpanjang Penempatan Dana di Bank Rp200 Triliun hingga September 2026

Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN hingga… Read More

56 mins ago

Allianz Life dan HSBC Indonesia Hadirkan Fund Global Berdenominasi Dolar AS

Poin Penting Allianz Life Indonesia, HSBC Indonesia, dan AllianzGI Indonesia meluncurkan Smartwealth Dollar Equity Global… Read More

1 hour ago

Profil Nasaruddin Umar, Menag yang Laporkan Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi ke KPK

Poin Penting Menag Nasaruddin Umar melaporkan penggunaan jet pribadi ke KPK sebagai bentuk transparansi dan… Read More

1 hour ago

IHSG Ditutup Perkasa di Level 8.396, Saham Top Gainers: MEGA, HATM, dan TEBE

Poin Penting IHSG menguat 1,50 persen ke level 8.396,08 pada Senin (23/2/2026), dengan 468 saham… Read More

2 hours ago

KPK Pastikan Menag Bebas Jeratan Pidana usai Laporkan Jet Pribadi dari OSO

Poin Penting KPK menyatakan Menag Nasaruddin Umar bebas sanksi pidana karena melaporkan dugaan gratifikasi jet… Read More

2 hours ago

Ipsos Ungkap Strategi E-Wallet agar Bisa Bersinar Tanpa Super App

Poin Penting E-wallet berkembang optimal melalui kolaborasi lintas platform dan bukan sekadar transformasi menjadi super… Read More

2 hours ago