Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, saat memimpin tim Komisi XII DPR RI dalam inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Sodikun dan sub-pangkalan di Jakarta Barat (foto: dpr)
Jakarta – Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya memastikan, ketersediaan stok gas LPG aman hingga tiga bulan ke depan. Selain itu, distribusi LPG 3 kg berjalan lancar hingga ke tingkat sub-pangkalan.
Ia menuturkan, kelangkaan gas LPG yang terjadi beberapa waktu lalu sudah kembali normal. Hal tersebut diketahuinya berdasarkan pengecekan di sejumlah daerah pemilihan (dapil) anggota DPR RI.
“Kami telah melakukan pengecekan di dapil masing-masing. Misalnya, saya di Pangkalpinang, sementara rekan-rekan memantau di Jambi, Sumatera Barat, Papua, Sumatera Selatan, NTT, dan Sulawesi Utara. Hasilnya, ketersediaan dan distribusi gas LPG 3 kg sudah aman,” jelasnya, dalam sidak ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Sodikun dan sub-pangkalan di Jakarta Barat, dinukil laman dpr.go.id, Selasa, 11 Februari 2025.
Baca juga : Presiden Prabowo Instruksikan Bahlil Reformasi Subsidi LPG
Politisi Fraksi Partai Golkar ini menegaskan, pasokan dan distribusi gas LPG 3 kg telah tertata dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya memastikan subsidi LPG 3 kg tepat sasaran dan harga jualnya sesuai dengan ketetapan pemerintah.
“Saya pikir, hal ini membutuhkan waktu untuk penyesuaian. Kami meminta Pertamina Patra Niaga untuk terus melakukan sosialisasi dan merangkul pengecer dari berbagai pangkalan,” terangnya.
Baca juga : DPR Apresiasi Langkah Cepat Presiden Prabowo Soal LPG 3 Kg
Setelah mengunjungi SPBE, pihaknya juga melanjutkan inspeksi ke pangkalan dan sub-pangkalan untuk memastikan kelancaran distribusi di tingkat hilir.
“Jadi, kehadiran Komisi XII DPR RI bersama Pertamina hari ini untuk memastikan bahwa pasokan LPG 3 kg tidak mengalami masalah. Kami ingin memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa stok mencukupi,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More