Jakarta – Mengawali tahun 2023, PT Askrindo terus memperkuat penerapan GCG dan telah melakukan assessment serta bekerjasama dengan lembaga independen untuk mengukur atau menilai implementasi GCG. Capaian positif ini menunjukkan Askrindo dapat menjalankan kontrol internal, dan didukung dengan transparansi serta akuntabilitas.
“Ini membuktikan bahwa Askrindo sebagai perusahaan asuransi yang telah berhasil melakukan monitoring kepatuhan bisnis, sebagai upaya pencegahan dan pendeteksian fraud guna mendorong budaya perusahaan yang sehat dan akuntabel,” ujar Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, Kun Wahyu Wardana dikutip 30 Januari 2023.
Selain itu, lanjut Kun, Askrindo juga melakukan pengelolaan risiko yang efektif dari setiap proses pelaksanaan teknis dan pengambilan keputusan bisnis. “Pengembangan tata kelola perusahaan tanpa mengesampingkan manajemen risiko yang baik, menjadi fokus Askrindo dalam berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia,” ucapnya.
Menurutnya, Askrindo juga akan terus berusaha menunjukkan performanya di 2023 sebagai salah satu perusahaan asuransi yang dipercaya.
“Di tahun 2023, Askrindo berkomitmen untuk mempertahankan serta meningkatkan baik dari sisi kinerja keuangan, tata kelola hingga bisnis perusahaan dengan mempertimbangkan aspek manajemen risiko. Hal tersebut merupakan bagian dari pada menjaga kepercayaan dari para stakeholder,” ungkap Kun.
Atas performanya yang baik, Askrindo yang merupakan salah satu anggota Holding Indonesia Financial Group (IFG) meraih tiga penghargaan sekaligus yakni 1st The Best Indonesia GCG 2023, 1st The Best Indonesia Enterprises Risk Management 2023, dan 2nd The Best Indonesia Finance 2023. Ketiga penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, Kun Wahyu Wardana, secara daring. (*)
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More