Rapat Dewan Gubernur Terakhir Agus Marto: Bunga Acuan Naik Jadi 4,5%
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo terus mencermati pergantian pimpinan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang dikhawatirkan akan memberikan dampak di pasar keuangan domestik, khususnya tekanan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
“Kami mencermati pergantian pimpinan The Fed. Kalau belum ada kejelasan, bisa cukup bergejolak,” ujar Agus Marto, di Gedung BI, Jakarta, Kamis 19 Oktober 2017.
Dia menilai, para pelaku pasar keuangan saat ini sudah tidak lagi dihantui dengan ketidakpastian normalisasi neraca keuangan The Fed, maupun rencana reformasi perpajakan yang akan dilakukan Presiden Donald Trump. Namun yang menjadi perhatian saat ini adalah pergantian pimpinan The Fed.
Terlebih, kata dia, kondisi geopolitik dan situasi di semenanjung Korea juga dikhawatirkan akan memberikan sentimen negatif terhadap mata uang rupiah. Namun terlepas dari hal tersebut, BI meyakini, bahwa sejauh ini kondisi perekonomian domestik masih cukup kuat dalam menahan gejolak yang terjadi di global.
“Indonesia secara umum menunjukan pemulihan. Semoga bisa lebih cepat menuju kesitu,” ucapnya.
Baca juga : Ini Cara BI Atasi Kesenjangan Sosial Ekonomi
Di sisi lain, lanjut dia, level rupiah yang saat ini berada pada kisaran Rp13.500 per dolar AS tersebut telah mencerminkan kondisi fundamental ekonomi yang sebenarnya. Namun, BI akan tetap melakukan langkah stabilisasi nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya, dengan tetap menjaga mekanisme pasar.
“Pergerakan rupiah sekarang kompetitif. Kami di BI selalu ingin kurs mencerminkan fundamentalnya. Kondisi sekarang Rp13.500, tentu lebih kompetitif bagi Indonesia,” tutup Agus. (*)
Poin Penting OJK masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar mekanisme pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek… Read More
Poin Penting Kadin Indonesia mendorong integrasi Asia Pasifik melalui ABAC Meeting I 2026 untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Maybank AM meluncurkan tiga reksa dana baru—MYMONEY, MYGNETS, dan MYHIDIV—untuk memperluas pilihan investasi… Read More
Poin Penting BTN catat laba konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, naik 16,4 persen yoy, didorong… Read More
Poin Penting BEI menaikkan porsi saham free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dengan… Read More
Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More