Keuangan

Cegah Kesalahpahaman Nasabah, Ini Strategi AXA Financial Pasarkan Unit Link

Jakarta – Dalam memasarkan produk unit link yang sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 5 Tahun 2022 tentang Produk Asuransi Yang Dikaitkan Investasi (PAYDI), AXA Financial Indonesia (AFI) telah menerapkan tiga strategi untuk mencegah adanya kesalahpahaman pada nasabah.

Chief of Proposition and Alternate Distribution AFI, Yudhistira Dharmawata mengatakan, strategi yang pertama dilakukan oleh AFI adalah edukasi kepada nasabah untuk memastikan produk yang akan dibeli, mengisi profil risiko, dan pihak AFI akan menyarankan produk yang sesuai dengan profil risiko nasabah.

“Proses pemasaran kami sudah menyesuaikan dengan SEOJK PAYDI, dia (nasabah) sudah mengisi risk profil nasabah dan kami juga akan menyarankan misalnya Fund apa yang sesuai dengan risk profil nasabah jadi mengurangi gap disini jadi nasabah percaya,” ucap Yudhistira di Jakarta, 5 April 2023.

Kemudian, strategi kedua yang dilakukan oleh AFI adalah memastikan kepada nasabah berdasarkan form finansial need analisis (FNA) telah sesuai dengan jenis produk yang dipilih oleh nasabah.

“Yang ketiga tadi ada untuk pemahaman atas cuti premi ataupun masa tunggu, ya jadi clear di depan dengan nasabah dan kita rekam, bahkan dengan regulasi dari OJK, jadi nasabah pas beli dia sudah sangat clear apa yang diberikan bahkan kami melakukan welcome call juga setelah itu jadi sangat clear,” imbuhnya.

Di samping itu, untuk nilai tunai yang dapat ditebus oleh pemegang polis dalam periode waktu tertentu juga telah dikelola oleh manajer investasi berlisensi dan seluruh net asset value (NAV) juga telah tersedia di website AFI yang diperbaharui sesuai regulasi OJK. 

“Jadi ini langkah langkah yang kami lakuin untuk produk yang kami jual, manfaat nasabahnya clear dan nilai tunai juga clear ada dimana,” ujar Yudhistira.

Adapun, AFI baru saja meluncurkan produk unit link yang sesuai dengan aturan OJK yaitu, AXA Link Protector yang menawarkan dua jenis pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan nasabah, yaitu AXA Link Protector Premier dan AXA Link Protector Executive, dengan premi dasar berkala mulai dari Rp500 ribu atau USD50 per bulan. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

42 mins ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

1 hour ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

2 hours ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

2 hours ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

3 hours ago