News Update

Cegah Keracunan MBG, Komisi IX DPR RI Tekankan Sinergi BPOM dan BGN

Jakarta – Komisi IX DPR RI menegaskan dukungannya terhadap keterlibatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah. Dukungan ini diberikan mengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan pangan, terutama setelah terjadi kasus keracunan makanan di sejumlah daerah.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mempertanyakan upaya Badan Gizi Nasional (BGN) dalam berkoordinasi dengan BPOM. Pertanyaan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala BPOM pada Kamis, 15 Mei 2025, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta.

Sebelumnya, Komisi IX DPR RI telah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala BGN pada 6 Mei 2025.

Dalam kesimpulan rapat tercantum bahwa Komisi IX DPR RI mendesak BGN untuk berkoordinasi dengan BPOM RI untuk memastikan bahwa setiap mitra yang terlibat dalam program MBG memenuhi standar keamanan pangan yang ketat dengan mengutamakan kualitas bahan makanan, proses pengolahan dan distribusi makanan.

Baca juga : KPK Ungkap Kredit Macet Anggota DPRD di BPD Capai Rp20,8 M, Potensi Korupsi Mengintai

“Pertanyaan saya, sejak 6 Mei 2025 yang lalu, apakah (koordinasi) ini sudah dilakukan oleh BGN? Karena ini adalah sesuatu yang sudah disepakati bersama-sama antara BGN dan Komisi IX sehingga mereka harus melakukan itu,” tanya Charles pada Kepala BPOM, dikutip laman dpr.go.id, Jumat, 16 Mei 2025.

Apresiasi terhadap BPOM dan Rencana Pengawalan MBG

Pada kesempatan yang sama, politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini juga mengapresiasi langkah BPOM yang telah menyiapkan dokumen “Usulan Kegiatan Pengawalan MBG oleh Badan POM”, sebagai bentuk komitmen untuk berperan aktif dalam program tersebut.

“Yang kedua, saya melihat perencanaannya sudah bagus nih pak, ‘Usulan Kegiatan Pengawalan MBG oleh Badan POM’. Dalam rapat yang lalu juga sudah kami sampaikan, kami meminta agar Badan POM bisa terlibat secara aktif untuk mencegah terjadinya keracunan yang sudah terjadi berkali-kali,” lanjutnya.

Baca juga : BRI Life Buka Peluang Sinergi Asuransi Program MBG

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara BGN dan BPOM, termasuk rencana rapat gabungan yang telah disepakati oleh seluruh anggota Komisi IX. Charles menyampaikan harapannya agar ke depan Badan POM dapat berpartisipasi lebih aktif dalam pelaksanaan Program MBG.

Lebih lanjut, Charles juga menyatakan kesepakatannya dengan pernyataan Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto yang menyampaikan bahwa Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) perlu diperiksa terlebih dahulu oleh Badan POM sebelum diberikan izin operasional.

“Ini kita semua berharap yang terbaik kok agar programnya Bapak Presiden, program MBG ini dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.

Desakan Penguatan Koordinasi dalam Program MBG

Sebagai bentuk dukungan terhadap keterlibatan BPOM dalam Program MBG, pada kesimpulan rapat tersebut kembali sertakan desakan koordinasi antara dan BPOM dan BGN.

“Komisi IX DPR RI mendesak Badan POM RI berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional sesuai dengan kewenangan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah nomor 86 tahun 2019 tentang Keamanan Pangan dan MoU untuk memastikan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan memperkuat pengamanan dari hulu ke hilir,” tutur Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene saat membacakan kesimpulan rapat.

Selain itu, disampaikan bahwa Komisi IX DPR RI akan mengadakan rapat bersama BPOM RI, Kementerian Kesehatan, Badan Gizi Nasional, serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI guna membahas berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

3 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

4 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

5 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

5 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

5 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

6 hours ago