Keuangan

Cegah Fraud di Industri Keuangan, OJK Luncurkan POJK SIPELAKU

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan POJK Nomor 28 Tahun 2024 atau POJK SIPELAKU tentang Pengelolaan Informasi Rekam Jejak Pelaku Melalui Sistem Informasi Pelaku di Sektor Jasa Keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan POJK ini mengatur mengenai pemanfaatan dan tata kelola SIPELAKU serta memuat data dan informasi rekam jejak pelaku fraud di sektor jasa keuangan.

“Hal ini dalam upaya mendorong penegakkan integritas dan meminmalisir kerugian jasa keuangan, utamanya terkait fraud. POJK ini sudah diterbitkan dan dapat diakses di laman OJK. Kami juga akan segera mensosialisasikan ketentuan dan penggunaan POJK SIPELAKU berbasis web,” kata Mahendra dalam Konferensi Pers RDK, dikutip, Rabu, 8 Januari 2025.

Baca juga: OJK Batasi Usia Peminjam Dana Pinjol dan Paylater Minimal 18 Tahun, Simak Pertimbangannya!
Baca juga: OJK Tengah Siapkan Modul Kurikulum Pasar Saham untuk Anak SD hingga SMA

Mahendra menjelaskan POJK ini memuat data dan informasi rekam jejak para pelaku fraud di sektor jasa keuangan yang berasal dari pelaporan lembaga jasa keuangan dan mencakup sumber data lainnya.

“SIPELAKU ini sebuah insiatif mendiseminasi database rekam jejak, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi lembaga jasa keuangan dalam berinteraksi dengan calon nasabahnya untuk memahami profiling, sehinga dapat mewaspadai dan meningkatkan manajemen risiko dan pemahaman untuk kepegawaian,” imbuhnya.

Lebih lanjut, aturan ini juga memuat ketentuan penggunaan POJK SIPELAKU, termasuk proses pendaftaran akses dan pihak yang dapat memanfaatkannya.

Mahendra menambahkan aturan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kepercayaan publik di sektor jasa keuangan.

Selain itu, OJK juga telah merancangan integrated reporting architecture sebagai upaya strategis yang menyederhanakan proses pelaporan, meningkatkan transparansi dan memperkuat kepatuhan regulasi serta menyusun arsitektur pengawasan terintegrasi 2025-2028 dalam rangka penguatan pelaksanaan terintegrasi pada sektor jasa keuangan sebagaimana dipertegas dalam UU PPSK. (*)

Baca juga: OJK Catat Aset Penyelenggara ITSK Capai Rp156,82 Miliar per November 2024
Baca juga: 14 Dana Pensiun dan 8 Asuransi-Reasuransi Masuk Pengawasan Khusus OJK

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenisasi Aset Global, Apa Saja?

Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More

38 mins ago

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

2 hours ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

4 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

4 hours ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

5 hours ago

Tokio Marine Life Gandeng BAZNAS Bedah 5 Rumah dan Santuni Anak Yatim di Jakarta

Poin Penting Tokio Marine Life dan BAZNAS renovasi 5 rumah di Setiabudi, Jakarta, dengan Rp55… Read More

5 hours ago