Poin Penting
Jakarta – PT Visionet Internasional (OVO), perusahaan penyedia jasa pembayaran (PJP) memaparkan sejumlah pencapaian kinerjanya jelang penutup 2025. Salah satunya adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang sudah tersebar di seluruh Indonesia.
Eddie Martono, Chief Operating Officer OVO, menjelaskan pengguna QRIS di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sudah mencapai 3 juta di 400 kota dan kabupaten. Sedangkan jumlah transaksinya tumbuh 61 persen secara tahunan di November 2025.
“Ini metrik yang kami track very closely. Karena, pada akhirnya itu satu hal kami menghadirkan layanan pembayaran juga. Tapi, kami juga memastikan bahwa dampak yang kami hasilkan untuk UMKM yang bekerja sama dengan kita itu nyata,” terangnya di acara Catatan Akhir Tahun OVO 2025, Rabu, 3 Desember 2025.
Eddie tidak menyebutkan secara pasti total transaksi pada 2025. Tapi, dia mengatakan, ada kenaikkan penggunaan transaksi QRIS dari OVO sampai dengan 35 persen di kalangan UMKM.
Baca juga: Jalin Tunggu Aba-Aba Regulator untuk QRIS Cross Border ke China
Tingginya transaksi QRIS dari OVO salah satunya ditopang dari penggunaan dari aplikasi Grab yang merupakan bagian dari ekosistem keuangan mereka. Jika diakumulasi, total transaksi QRIS OVO di Grab mencapai 40 juta.
“Buat kami, yang penting adalah bagaimana kami bisa dekat dengan konsumen, kami mengerti permasalahan yang mereka hadapi dalam kesehariannya menggunakan digital financial product, dan kami hadir dengan solusi tersebut,” tambah Eddie.
Sepanjang 2025, OVO menjalankan program bernama Gerakan Bareng Ungkap Judi Online (GEBUK JUDOL). Hasilnya, perusahaan berhasil memblokir 7.000 akun yang disalahgunakan untuk judol, dan mampu menurunkan transaksi judol sebesar 97 persen.
“Program GEBUK JUDOL ini juga terus kami akan lanjutkan di tahun-tahun yang akan datang. Hasilnya cukup baik, tapi saya yakin masih banyak PR yang kita bisa terus kejar untuk memberantas judol di Indonesia,” tegas Eddie.
Pencapaian lain dari OVO yakni mendukung program prioritas pemerintah berupa Makan Bergizi Gratis. Bersama dengan Grab, OVO telah menyumbang USD1 juta untuk program ini, disalurkan kepada 4.500 siswa dan guru di Indonesia.
OVO memiliki Fintech Academy yang bertujuan membuat generasi muda melek finansial. Sejauh ini, sudah ada 5.000 peserta yang berpartisipasi di program ini.
Sementara, anak usaha OVO, perusahaan fintech lending OVO Finansial, telah mengakumulasi pembiayaan sebesar Rp6 triliun untuk 445.000 pelaku UMKM.
Baca juga: Integrasi QRIS ke Ekosistem Grab Mudahkan Pengguna OVO Transaksi Harian dan Kelola Keuangan
Ke depan, Eddie berkomitmen membawa OVO untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi finansial, melalui penguatan dan inovasi teknologi, serta menggandeng ekosistem keuangan yang ideal.
“Visi dan misi yang ingin dicapai kami coba kejar bersama-sama. Karena, pada akhirnya, yang akan mendapatkan manfaat tersebut adalah masyarakat Indonesia, yang on top of that, juga sebagian besar adalah UMKM yang merupakan prioritas dari OVO,” tukasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Pembiayaan multifinance tumbuh tipis 1,01% yoy menjadi Rp512,14 triliun, dengan risiko tetap terkendali.… Read More
Poin Penting Premi asuransi mencapai Rp62,37 triliun per Februari 2026, tumbuh 3,50% yoy. Total aset… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,79% ke level 6.971 dengan mayoritas saham terkoreksi.… Read More
Poin Penting KB Bukopin Finance meraih Peringkat 1 TOP Corporate Brand 2026, mencerminkan meningkatnya kepercayaan… Read More
Poin Penting OJK mengenakan denda Rp15,9 miliar kepada enam individu terkait kasus manipulasi pasar modal.… Read More
Poin Penting: Harga plastik melonjak hingga 100 persen akibat terganggunya pasokan bahan baku dari Timur… Read More