Perbankan

Catat! Ini Salah Satu Penyebab Pengajuan KPR Ditolak

Jakarta – Direktur Consumer Banking BCA, Haryanto T. Budiman mengatakan salah satu penyebab ditolaknya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah masyarakat yang memiliki kredit macet di platform pinjaman online (pinjol).

Pasalnya, bank di seluruh negara termasuk Indonesia akan melakukan evaluasi terhadap nasabahnya untuk melihat karakter dari para calon debiturnya.

Baca juga: Ada Insentif Likuiditas, Bos BTN Optimis Bisa Salurkan KPR Subsidi hingga 180.000 Unit

“Kalau misalnya kurang baik, misalnya punya pinjol bukan dari 1 tempat, tapi 3 – 4 tempat semuanya macet, berisiko nggak menurut Anda kalau kita berikan pinjaman? itu kan berarti berisiko,” ucap Haryanto kepada awak media, di Hotel Four Season Jakarta, Rabu 4 Oktober 2023.

Lebih lanjut, kata dia, bila sudah bermasalah dengan pinjol, maka catatan kredit macet akan masuk di SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang bisa menghambat masyarakat atau nasabah untuk mengajukan kredit di perbankan.

“Pinjol itu kalau udah bener bermasalah, itu menjadi red flag. Dan ini wajar kalau kami memberikan red flag karena sebagai bank yang harus diterapkan prinsip kehati-hatian,” katanya.

Pihaknya pun mengimbau bagi milenial berhati-hati agar tidak tergiur meminjam dari pinjol bila digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

“Hati-hati dengan pinjol, karena pinjol itu jangan sembarangan digunakan untuk kegiatan konsumtif dan jangan anggap kalau ada pinjaman tidak dibayar. Kalau tidak dibayar masuk SLIK, dan itu akan memengaruhi,” jelasnya.

Baca juga: Lewat Inovasi Ini, Persetujuan Pengajuan KPR di CIMB Niaga Kini Cuma 30 Menit

Dia pun menjelaskan, pada saat BCA Expo lalu ada sebanyak 30 persen yang tidak disetujui untuk mengajukan KPR. Hal ini disebabkan bukan hanya memiliki kredit macet di pinjol, tetapi ada kredit macet di tempat lain, seperti kartu kredit.

“Jadi pinjol hanya sebagian anak-anak milenial. Udah 50-60 tahun nggak melalui pinjol, beda lagi,” ungkapnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun ke PDB Nasional

Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More

10 mins ago

Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Naik 48,5 Persen

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More

36 mins ago

Viral Penusukan Nasabah oleh Debt Collector, OJK Panggil MTF

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More

1 hour ago

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

3 hours ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

3 hours ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

4 hours ago