Teknologi

Catat! Ini 3 Kunci Transformasi Bisnis di Era Agentic AI

Jakarta – Kemunculan Agentic AI membuat proses bisnis perusahaan jauh lebih cepat, produktif, otonom, dan menguntungkan secara finansial.

Namun, dalam transformasi digital kini tak bisa dilakukan sembarangan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan.

Seperti yang diungkapkan Director Account Management Multipolar Technology Yugi Edison. Menurutnya, keberhasilan transformasi bisnis perusahaan sangat bergantung pada strategi yang tepat.

Ia menekankan bahwa di era data dan AI, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih cerdas dan terukur untuk tetap relevan dan kompetitif.

“Ada tiga kunci yang harus diperhatikan dalam melakukan transformasi bisnis di era Agentic AI, antara lain data, platform, dan keamanan. Artinya, data yang jumlahnya sangat banyak (big data) dan terus bertambah dari waktu ke waktu harus dikelola menggunakan platform atau solusi yang baik serta aman dari ancaman penjahat siber,” katanya dalam Data & AI Forum 2025 bertema “Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” baru-baru ini.

Baca juga: Dorong Inovasi Teknologi, GreenTeams Kantongi Pendanaan Seri A

Selanjutnya, Senior Vice President Multipolar Technology Achmad Fakhrudin lantas memberi contoh salah satu solusi yang dirancang mampu menyimpan, menganalisis, memproses, dan memvisualisasikan data yang dibutuhkan dalam upaya transformasi bisnis perusahaan adalah VisionAnalytics.

Dibekali teknologi Agentic AI, VisionAnalytics dapat digunakan untuk beragam use case, seperti dokumen internalchatbot (RAG), business intelligence assistant, customer  support experience, document summarization, dan Customer 360.

Dengan fitur Customer 360, misalnya, perusahaan dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas konsumen. Berkat kecanggihan Agentic AI yang menyokongnya, fitur tersebut lantas merekomendasikan produk-produk yang sesuai dengan karakteristik konsumen secara hiper-personal.

Selain itu, bisa membantu tim marketing dalam membuat marketing content yang sesuai preferensi konsumen dan dapat mengotomisasi proses pengiriman konten tersebut via channel preferensi konsumen, seperti SMS, e-mail, atau WhatsApp.

“Dengan VisionAnalytics, perusahaan bukan hanya mengelola data, melainkan mengubahnya menjadi aset strategis untuk mendorong inovasi, efisiensi, dan pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.

VisionAnalytics memiliki fleksibilitas tinggi karena dapat berjalan mulus di berbagai infrastruktur penyimpanan, baik on-premise, private cloud, maupun public cloud.

Solusi tersebut dikembangkan oleh Multipolar Technology di atas Cloudera Data Platform, platform yang memungkinkan perusahaan mengelola seluruh siklus data, mulai dari data ingestion di edge, streaming real-time, penyimpanan dan analisis di lakehouse, hingga deployment dan monitoring model AI/ML, sekaligus.

Salah satu fitur unggulan Cloudera Data Platform adalah Cloudera AI. Cloudera AI dilengkapi dengan AI (Agentic) Studio, sehingga membantu perusahaan membangun aplikasi Agentic AI dengan lebih mudah.

Achmad mengatakan, platform tersebut dirancang untuk  meningkatkan produktivitas lintas fungsi, mengurangi biaya operasional, serta menjaga keamanan data pada seluruh proses yang ada.

Berbicara mengenai keamanan data, VisionAnalytics dan Cloudera Data Platform akan memberikan nilai maksimal ketika perusahaan memiliki visibilitas penuh atas data yang mereka kelola.

Sementara Securiti.ai hadir sebagai lapisan tambahan yang memastikan data tersebut tidak hanya terlihat dan terpetakan secara menyeluruh, tetapi juga terlindungi dari ancaman siber serta selaras dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Securiti.ai mampu melakukan hal tersebut dengan modul Data Privacy Management dan Data Security Posture Management.

Baca juga: Studi IBM: Adopsi Teknologi AI di RI Terkendala Infrastruktur, Keamanan Data, dan Talenta

Modul Data Privacy Management pada Securiti.ai memastikan keamanan penggunaan data dan AI secara otomatis, sedangkan modul Data Security Posture Management-nya membantu perusahaan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengamankan data secara cermat, serta memastikan data yang digunakan oleh sistem AI tetap aman, sesuai regulasi, serta tidak disalahgunakan, sehingga bisa mendukung inovasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Jadi, kata Yugi, kolaborasi antara solusi VisionAnalytics, Cloudera Data Platform, dan Securiti.ai mampu memastikan transformasi bisnis perusahaan di era Agentic AI berjalan sukses sesuai tiga kunci tadi: data, platform, dan keamanan.

“Jika perusahaan-perusahaan di Indonesia, apa pun sektor industrinya dan di mana pun beroperasinya, ingin mengaplikasikan solusi-solusi tersebut, tim ahli dari Multipolar Technology siap membantu,” pungkasnya. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

9 hours ago

Total Klaim Asuransi Umum Naik 4,1 Persen Jadi Rp48,96 Miliar di 2025

Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More

10 hours ago

Indonesia Diminta jadi Wakil Komandan Misi Gaza, Ini Pernyataan Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More

11 hours ago

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

12 hours ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

12 hours ago

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More

13 hours ago