Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebanyak 0,09 persen pada pekan lalu 22-26 Juli 2024 di level 7.288,16 pada penutupan perdagangan pada Jumat, 26 Juli 2024.
Community Lead Indo Premier Sekuritas (IPOT), Angga Septianus, mengatakan bahwa pergerakan IHSG pada pekan lalu dipengaruhi oleh tiga sentimen, yakni rilis kinerja emiten big banks, PMI Manufaktur Amerika Serikat (AS) dan PCE AS.
Sementara untuk pekan ini pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2024, ia mengimbau para trader untuk memerhatikan dua sentimen yang antara lain adalah inflasi dan PMI Indonesia, serta suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS).
Baca juga: Usai Rilis Kinerja, Begini Pergerakan Saham BBCA dan BBRI
Terkait sentimen inflasi dan PMI Indonesia, diketahui berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI), responden memperkirakan rata-rata inflasi nasional pada 2024 akan mencapai 3,17 persen.
“Pada Juli diperkirakan inflasi tidak bergerak jauh dari bulan sebelumnya seiring stabilnya nilai tukar rupiah,” ucap Angga dalam risetnya dikutip, 29 Juli 2024.
Baca juga: Cegah Investasi Bodong, OJK Siapkan Aturan untuk Influencer Saham
Adapun, terkait sentimen suku bunga Bank Sentral AS, prospek penurunan suku bunga semakin dekat di bulan September karena data makro ekonomi yang semakin mendukung seperti PCE AS dan PDB AS yang juga tetap stabil di tengah era suku bunga tinggi. Statement dari Gubernur The Fed, Jerome Powell juga akan dicermati pelaku pasar.
Adapun data personal consumption expenditure (PCE) price index AS mengalami peningkatan 0,1 persen pada bulan Juni dan naik 2,5 persen dari tahun lalu. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More