Keuangan

Catat! 3 Pesan Wapres untuk Pegiat Ekonomi Syariah

Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Ma’ruf Amin menyampaikan tiga pesan penting dalam rangka menguatkan ekonomi syariah nasional. Ketiga pesan tersebut ditujukannya kepada seluruh pegiat ekonomi syariah di Tanah Air.

Pertama, Ma’ruf yang sekaligus Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) berpesan kepada segenap pegiat ekonomi syariah Tanah Air untuk meningkatkan serta memperluas pemanfaatan digitalisasi dan inovasi digital.

Kata Ma’ruf, bahwa pesan pertama ini sangat krusial karena tanpa pengembangan digitalisasi, akan sukar bagi sektor ekonomi dan keuangan syariah nasional untuk berkompetisi di skala global. Melalui teknologi digital, produksi layanan atau produk halal akan terakselerasi secara lebih efisien dan produktif.

Baca juga: Digitalisasi Makin Masif, Bos BI Ajak Industri Keuangan Syariah Tangkal Serangan Siber

“Saya mengapresiasi pengembangan platform aplikasi Satu Wakaf Indonesia yang hari ini akan diluncurkan. Ini adalah salah satu wujud digitalisasi di sektor syariah yang akan meningkatkan kualitas dan kapasitas pengelolaan wakaf,” ucapnya pada opening ceremony Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2023 di Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2023. 

Kedua, ia berpesan untuk meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah sampai 50 persen. Ia terangkan jika peningkatan literasi serta inklusi ini bakal berhubungan dengan perluasan pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Dalam mewujudkan peningkatan literasi dan inklusi hingga 50 persen itu, Wapres minta kepada seluruh pegiat dan pelaku ekonomi syariah nasional untuk menciptakan strategi komunikasi, narasi, dan kanal-kanal informasi yang relevan dengan perkembangan masa kini.

“Ini penting agar mudah diterima dan dipahami oleh generasi muda kita, oleh calon-calon pemimpin masa depan kita,” tambahnya.

Lalu yang ketiga, ia berpesan untuk menjaga dan mengawal konsistensi serta keberlanjutan program ekonomi dan keuangan syariah hingga masa mendatang. Ia meminta untuk terus dilakukan penguatan sinergi dan koordinasi antara seluruh pemangku kepentingan.

“Saya juga minta supaya dituntaskan penyusunan Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah (MEKSI) 2024-2029, dan integrasikan ke dalam dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional, baik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Kerja Pemerintah (RKP), serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),” tegasnya.

Baca juga: Wapres Ajak Pengusaha ‘Hijrah’ Gunakan Produk Keuangan Syariah

Sebagai informasi, pada kesempatan yang sama, Pemerintah Indonesia juga meluncurkan Masterplan Industri Halal Indonesia. Ma’ruf pun meminta kepada KNEKS, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional bersama Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia serta lembaga terkait lainnya untuk mengawal dan segera merealisasikan masterplan tersebut.

“Konkretkan pertumbuhan dan kontribusi ekonomi syariah dalam bentuk PDB Syariah yang terukur, serta menjadi bagian dalam perhitungan PDB Nasional. KNEKS, perbankan syariah, dan Bank Indonesia bisa berkolaborasi untuk merealisasikannya,” pungkas Ma’ruf. Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

OJK Dukung Rencana Purbaya Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting OJK menyatakan akan mengikuti dan mendukung keputusan akhir Kementerian Keuangan terkait rencana pengambilalihan… Read More

14 mins ago

Asing Net Sell Rp1,77 Triliun, Saham BMRI, BBRI, dan ANTM Paling Banyak Dilego

Poin Penting Net foreign sell tembus Rp1,77 triliun, didominasi sektor keuangan (perbankan besar) dan energi,… Read More

38 mins ago

Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan dengan Iran, Ini Syaratnya

Poin Penting: Presiden AS Donald Trump menetapkan gencatan senjata dua pekan sebagai hasil komunikasi dengan… Read More

44 mins ago

Mirae Asset Sebut Tekanan Eksternal Masih Bayangi IHSG dan Rupiah

Poin Penting Sentimen risk-off masih dominan, terlihat dari IHSG yang sempat turun di bawah 7.000… Read More

57 mins ago

Cadangan Devisa Indonesia Menyusut jadi USD148,2 Miliar, Ini Penjelasan BI

Poin Penting Cadangan devisa RI turun menjadi USD148,2 miliar per Maret 2026 dari USD151,9 miliar… Read More

1 hour ago

Nasib Gaji ke-13 ASN 2026 Belum Pasti, Menkeu Purbaya: Masih Dipelajari

Poin Penting: Pemerintah masih mengkaji apakah gaji ke-13 ASN akan terkena efisiensi anggaran. Keputusan final… Read More

1 hour ago