Ekonomi dan Bisnis

Carsurin Bidik Pendapatan Tumbuh 34,26 Persen Jadi Rp602,19 Milir di 2025

Jakarta – PT Carsurin (CRSN) membidik pertumbuhan pendapatan Rp602,19 miliar sepanjang 2025. Target pendapatan ini tumbuh 34,26 persen dari tahun lalu yang sebesar Rp448,51 miliar.

Segmen inspeksi diproyeksikan menjadi penyumbang utama pendapatan perseroan, dengan kontribusi sebesar Rp457,05 miliar pada akhir 2025, dibanding tahun lalu yang sebesar Rp358,83 miliar.

“Terlepas dari kondisi pasar yang kurang stabil, dedikasi tim kami yang tak tergoyahkan memungkinkan Carsurin untuk meraih pertumbuhan yang berkelanjutan dan mempertahankan posisi kami sebagai pelopor di industri TIC,” ujar Sheila Tiwan, Direktur Utama Carsurin dikutip 29 Mei 2025.

Tak hanya pendaptan, lebih jauh Sheila menjelaskan, perseroan juga memproyeksikan EBITDA bisa tumbuh signifikan 70,93 persen menjadi Rp119,31 miliar di 2025, dibanding tahun lalu yang sebesar Rp75,24 miliar.

Baca juga: Hankook Tire Bukukan Pendapatan Hampir KRW 5 Triliun di Kuartal I 2025

“Laba operasi dan laba neto juga diprakirakan meningkat tajam masing-masing menjadi Rp73,61 miliar dan Rp45,10 miliar pada 2025,” tambah Sheila.

Kemudian, margin laba kotor diproyeksikan tetap stabil sebesar 51,87 persen pada 2025, dibandingkan sebesar 53,76 persen pada 2024, dan margin laba neto diproyeksikan tumbuh dari 5,25 persen pada 2024 menjadi 7,49 persen pada 2025.

Sementara, menyoroti pengelolaan keuangan yang berhati- hati, Direktur Timotius Tjahjana menyatakan, investasi berkelanjutan kami dalam peningkatan kapabilitas operasional, termasuk belanja modal yang signifikan untuk peralatan dan fasilitas, telah memosisikan Carsurin secara optimal untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan dan tetap menjaga arus kas yang sehat.

Adapun arus kas bersih dari aktivitas operasi diprakirakan meningkat menjadi Rp68,29 miliar di 2025, mendukung belanja modal Rp12,47 miliar, sesuai dengan rencana strategis pasca IPO.

“Arus kas bebas yang diprakirakan positif mencapai Rp55,82 miliar pada 2025 juga mencerminkan likuiditas yang kuat, sehingga memberikan kontribusi pada kas bersih Rp18,44 miliar pada 2025,” jelas Timotius.

Baca juga: Bumi Serpong Damai Kantongi Pendapatan Usaha Rp2,70 Triliun di Q1 2025

Strategi Bisnis Carsurin

Dalam mengembangkan bisnis sepanjang 2025, Carsurin menerapkan sejumlah strategi. Mulai dari strategi berbasis intelijen pasar, eksplorasi peluang baru, serta penerapan pemasaran yang efektif.

Inisiatif strategis Carsurin selaras erat dengan prioritas pembangunan nasional Indonesia, dengan penekanan pada sektor Ekonomi Hijau, Ekonomi Biru, dan Transisi Energi.

“Kami juga telah berekspansi ke sektor baru seperti analisis jejak karbon, penilaian siklus hidup, pasar amonia, sertifikasi biomassa, serta solusi digital canggih termasuk layanan drone dan analitik berbasis AI,” ujar Timotius. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Apakah Benar AS Keluar dari PBB? Cek Faktanya Berikut Ini

Poin Penting Kabar AS keluar dari PBB memicu tanda tanya publik, mengingat AS merupakan salah… Read More

1 hour ago

Kasus Dugaan Penipuan Kripto Jadi Sorotan, Polda Metro Jaya Turun Tangan

Poin Penting Investasi kripto kembali menjadi sorotan setelah adanya laporan dugaan penipuan yang dilayangkan ke… Read More

2 hours ago

4 WNI Dilaporkan Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon Afrika

Poin Penting Kapal ikan IB FISH 7 diserang bajak laut di perairan Gabon, sembilan awak… Read More

2 hours ago

Pakar Apresiasi Peran Pertamina Capai Target Lifting Minyak APBN 2025

Poin Penting Produksi minyak Pertamina berhasil mencapai target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari.… Read More

4 hours ago

Properti RI Berpeluang Booming Lagi pada 2026, Apa Penyebabnya?

Poin Penting Pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan naik hingga 5,5%, menjadi momentum kebangkitan sektor properti. Dengan… Read More

4 hours ago

AI Masuk Fase Baru pada 2026, Fondasi Data Jadi Penentu Utama

Poin Penting Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi. Standarisasi platform dan… Read More

6 hours ago