News Update

Cari Peluang Investasi, Investor Inggris Sambangi Jakarta

Jakarta — UK-Indonesia Financial Services Dialogue 2019 di Jakarta dihelat oleh Young Indonesian Professionals Association (YIPA) Inggris Raya untuk memberikan update terkini tentang perekonomian Indonesia. Acara ini dihadiri oleh puluhan investor dan jajaran eksekutif pasar keuangan Inggris.

“UK-Indonesia Financial Services Dialogue memang dapat terjadi karena ada interests untuk mempererat hubungan bisnis dan investasi dari sisi Inggris dan Indonesia,” kata Steven Marcelino, Direktur Eksekutif, YIPA Inggris Raya dalam keterangannya yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa (27/8).

Acara ini dibuka secara antusias oleh Duta Besar Inggris untuk RI, H.E. Owen Jenkins yang baru saja menyerahkan surat kepercayan langsung ke Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada tanggal 7 Agustus yang lalu. Dubes Owen Jenkins memposisikan Inggris sebagai negara partner untuk Indonesia untuk berkolaborasi dalam green finance, Islamic finance, fintech dan berbagai insitiatif penting di pasar keuangan.

Perekonomian Indonesia tetap tumbuh di atas dari angka 5 persen, yakni 5,05 persen secara setahunan di Kuartal kedua 2019 di mana konsumsi domestik tumbuh tercepat dalam lima tahun ini di angka 5,17 persen angka inflasi yang terjaga di lebih kurang 3 persen dan angka pengangguran mengalami penurukan ke angka 5,01 persen.

Dari sisi pasar keuangan Indonesia, beberapa indikator menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan sehat, dengan pertumbuhan kredit sebesar 9,9 persen (YoY) di Juni lalu, NPL perbankan tercatat di angka 2,47 persen (gross) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan cukup kuat di level 23,2 persen melampaui threshold yang diperlukan. Tren ini terlihat sama di industri multifinance, asuransi jiwa dan asuransi umum.

Pasar Modal Indonesia juga mengalami pertumbuhan yang cukup baik dengan kapitalisasi pasar di angka Rp7,200 triliun (setara USD514 miliar) dan pengeluaran berbagai macam instrument debt capital markets, termasuk green bonds, dan green sukuk.

“Indonesia adalah negara pertama di dunia yang mengeluarkan Global Green Sukuk yang membuktikan komitmen nya dalam sustainable finance,” tukas Mustaq Kasapi, Direktur Asia Pasifik untuk ICMA yang juga salah satu pembicara dalam acara dialog ini.

Indikator perekonomian hijau di Indonesia cukup signifikan dengan total green loans di USD133 Miliar (Rp 1,85 triliun), pengeluaran green bonds akumulatif di angka USD169 juta, pengeluaran green sukuk pemerintah di angka USD2 juta.

Otoritas keuangan bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mengangkal tantangan-tantangan eksternal ini dan sudah meluncurkan berbagai tax incentives untuk menarik investasi masuk ke Indonesia. Bank Indonesia sendiri telah menurunkan suku bunga sebanyak 50 bps ke level 5,5 persen dalam dua bulan terakhir karena antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Sementara itu dari dunia perusahaan rintisan atau startup, Indonesia saat ini telah memiliki 1 decacorn dan 3 unicorn karena pertumbuhan pesat ekonomi digital di Indonesia yang memiliki bonus demografi dan 65 persen populasinya adalah internet users.

“Industri fintech yang berkembang pesat ini dilihat sangat menarik sebagai untuk para investor inggris untuk menanam modal atau untuk berkolaborasi dalam ekosistem digital ini,” ujar Steven Marcelino direktur pasar modal Accenture UK di akhir acara Dialogue ini.

Acara ini ditutup oleh Harun Reksodiputro, Managing Partner untuk Ginting & Reksodiputro yang berharap bahwa Indonesia perlu berbenah diri agar jauh lebih kompetitif dari negara negara di Asia Tenggara dikarenakan bahwa Investor melakukan penilaian melalui lensa regional, bukan hanya melihat Indonesia saja.

Harun yang juga merupakan Vice Chairman dari BritCham Indonesia juga mengakui bahwa banyak pebisnis Inggris yang sudah mulai merasakan perubahan baik dalam birokrasi dan proses investasi, namun perlu lebih gencar untuk mengubah image Indonesia di mata para investor dunia. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

16 mins ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

24 mins ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

46 mins ago

Purbaya Ancam Stop Anggaran Kementerian/Lembaga dan Pemda yang Lambat Belanja

Poin Penting Purbaya menilai lambatnya penyerapan anggaran K/L dan Pemda merupakan masalah klasik yang terjadi… Read More

2 hours ago

Presiden Prabowo Minta Pembangunan IKN Dipercepat

Poin Penting Presiden Prabowo menekankan percepatan pembangunan IKN, khususnya fasilitas legislatif dan yudikatif Pemerintah melakukan… Read More

2 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak 33 Kali Lipat di 2025

Poin Penting Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat pada 2025, mencapai… Read More

3 hours ago