Perbankan

Cari Bibit Unggul Inovator Perumahan, Kick Start Kompetisi BTN Housingpreneur 2025 Resmi Digelar

Poin Penting

  • BTN gelar BTN Housingpreneur 2025 untuk menjaring inovator dan wirausaha muda di sektor perumahan.
  • Potensi bisnis sektor perumahan masih besar, terlihat dari backlog tinggi (3,6 persen) dan rasio KPR terhadap PDB yang rendah (3,4 persen)
  • BTN dorong inovasi berkelanjutan melalui ide ramah lingkungan dan efisien energi, serta membangun komunitas alumni Housingpreneur untuk kolaborasi lintas kampus dan industri di seluruh Indonesia.

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) secara resmi menggelar Kick Start BTN Housingpreneur 2025, sebuah ajang kompetisi inovasi di sektor perumahan yang bertujuan mencari bibit unggul wirausaha dan inovator untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional.

Acara perdana ini berlangsung di Auditorium Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia (UI) Depok, dan dihadiri ratusan mahasiswa serta masyarakat umum.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyampaikan BTN Housingpreneur merupakan gerakan akar rumput untuk menjaring ide-ide segar dan solusi inovatif dalam menjawab tantangan kepemilikan rumah di Indonesia.

“Masih banyak keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah. Sebagai negara terbesar di ASEAN, kontribusi sektor perumahan terhadap PDB kita justru paling rendah di kawasan. Melalui BTN Housingpreneur, kami ingin mendorong munculnya inovator yang bisa menawarkan solusi nyata untuk menjawab masalah perumahan dan menghasilkan bisnis dari inovasi tersebut,” ujar Setiyo dalam Kick Start BTN Housingpreneur 2025 di Auditorium Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, Depok, Selasa (28/10).

Baca juga: BTN Raup Laba Rp2,30 Triliun di September 2025, Naik 10,6 Persen

Setiyo memaparkan, angka backlog atau kebutuhan akan rumah di Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan Asean atau sekitar 3,6 persen. Selain itu, rasio kredit pemilikan rumah (KPR) terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih rendah, hanya sekitar 3,4 persen, sementara negara lain seperti Filipina sudah mencapai 7–8 persen.

“Artinya potensi bisnis di sektor ini sangat besar. Tidak heran Presiden Prabowo Subianto menempatkan program perumahan sebagai salah satu prioritas utama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tambah Setiyo.

Selain memiliki potensi besar, sektor perumahan juga memberikan multiplier effect yang luas. Pembangunan perumahan berpengaruh langsung ke 172 sektor industri, mulai dari toko bahan bangunan hingga tenaga kerja konstruksi.

“Yang menarik, 95 persen industri perumahan di Indonesia bersumber dari lokal, sehingga sektor ini benar-benar mendorong ekonomi dalam negeri,” jelas Setiyo.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan melalui ajang ini, perseroan ingin para peserta menghadirkan ide-ide inovatif dan menggunakan bahan ramah lingkungan, hemat energi, serta mendukung prinsip keberlanjutan.

Ramon menambahkan BTN Housingpreneur 2025 bukan hanya ajang kompetisi bagi mahasiswa, tetapi juga terbuka bagi pengusaha yang sudah berjalan.

“Kami juga membentuk komunitas alumni dari tiap angkatan. Mereka saling berbagi pengalaman, berkolaborasi, bahkan menciptakan proyek bersama. Jadi, Housingpreneur bukan sekadar lomba, tapi sebuah movement untuk melahirkan wirausaha muda di ekosistem perumahan nasional,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Kerja Sama, Komersialisasi Aset, dan Kawasan Terpadu Universitas Indonesia, Winny Hanifiati Warouw, mengapresiasi langkah BTN menggelar kompetisi tahunan ini sebagai wadah kolaborasi antara dunia akademik dan industri.

“Dengan mengusung konsep eco-tech housing dan keberlanjutan, BTN Housingpreneur sejalan dengan semangat UI untuk membangun bangsa secara berkelanjutan. Kolaborasi antara kampus, industri, dan lembaga keuangan seperti BTN menjadi kunci lahirnya ekosistem inovasi di sektor perumahan,” tutur Winny.

Baca juga: Ditopang Ekosistem Perumahan, BTN Optimistis Jadi Penyalur KPP Terbesar

Pada acara Kick Start ini juga digelar talk show interaktif menghadirkan berbagai narasumber, antara lain: Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo, Asisten Profesor Departemen Arsitektur UI Dr. Miktha Farid Alkadri, Founder & CVO BARDI Smart Home Ryan Maurice Tallulah, serta Juara 2 BTN Housingpreneur 2024 Kategori Housing Related Innovation – Value Chain & Founder Plustik Reza Hasfinanda.

Setelah peluncuran di UI, BTN akan melanjutkan roadshow BTN Housingpreneur 2025 ke berbagai kampus besar yakni di Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian berlanjut ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mendaftarkan diri dan mendapatkan informasi lengkap melalui www.btnhousingpreneur.com atau akun Instagram resmi @btnhousingpreneur untuk mengikuti perkembangan terbaru ajang ini. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

4 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

5 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

6 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

6 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

6 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

6 hours ago