Keuangan

Cara Memilih Saham untuk Trading Harian bagi Pemula

Poin Penting

  • Pilih saham yang aktif diperdagangkan dan punya pergerakan harga cukup agar mudah masuk–keluar dan berpeluang profit.
  • Pantau grafik, volume, serta berita pasar karena pergerakan jangka pendek sangat dipengaruhi momentum.
  • Tetapkan target profit, stop loss, hindari overtrading, dan batasi penggunaan modal dalam satu transaksi.

Jakarta – Trading harian (day trading) adalah aktivitas jual beli saham dalam satu hari untuk memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek.

Banyak trader tertarik karena potensi mendapatkan profit hanya dalam hitungan jam. Namun, tidak semua saham cocok untuk strategi ini.

Saham yang ideal untuk day trading harus memiliki likuiditas tinggi dan volatilitas yang cukup, agar mudah dibeli, dijual, dan memiliki pergerakan harga yang aktif.

Memahami cara memilih saham yang tepat menjadi langkah penting agar trading harian lebih terarah dan mengurangi risiko terjebak di posisi yang sulit dijual.

Ada baiknya, gunakan aplikasi investasi saham yang sudah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuagnan (OJK), memiliki fitur lengkap, dan memberikan informasi seperti rekomendasi saham hari ini.

Baca juga: Sun Life Syariah Beri Tips Kelola Keuangan Keluarga bagi Ibu saat Lebaran

Cara Memilih Saham untuk Trading Harian

Memilih saham untuk trading harian berbeda dengan memilih saham untuk investasi jangka panjang. Anda tidak perlu terlalu dalam melihat laporan keuangan, tetapi lebih pada perilaku harga dan volume di pasar. Berikut adalah kriteria utama yang harus Anda cari:

1. Pilih Saham dengan Likuiditas Tinggi
Likuiditas berarti saham mudah dibeli dan dijual tanpa mempengaruhi harga secara drastis. Saham dengan volume transaksi harian besar biasanya lebih likuid, sehingga trader bisa masuk dan keluar posisi dengan cepat.

2. Cari Saham dengan Volatilitas Cukup
Volatilitas menunjukkan seberapa aktif harga saham bergerak. Untuk trading harian, pergerakan harga sekitar 3 persen per hari sudah cukup memberi peluang profit. Namun, hindari saham dengan volatilitas terlalu ekstrem karena risikonya juga tinggi.

3. Perhatikan Sentimen Pasar dan Berita
Pergerakan saham jangka pendek sering dipicu oleh berita atau sentimen pasar, seperti laporan keuangan, aksi korporasi, atau kabar merger. Trader harian perlu rutin memantau berita agar tahu saham mana yang sedang mendapat perhatian pasar.

4. Gunakan Analisis Teknikal
Analisis teknikal membantu membaca momentum harga melalui grafik. Perhatikan pola tren seperti higher high atau lower low, serta gunakan indikator sederhana seperti Moving Average atau volume. Saham yang baik untuk trading biasanya memiliki level support dan resistance yang jelas.

Baca juga: Gerak Saham Bank Jumbo usai Investor Asing Lakukan Net Sell

Tips Trading Saham Harian untuk Pemula

Setelah tahu cara memilih sahamnya, Anda juga perlu strategi agar modal tetap aman. Berikut adalah tips khusus bagi pemula:

1. Tentukan Target Take Profit dan Batas Stop Loss
Sebelum membeli saham, tentukan terlebih dahulu target keuntungan (take profit) dan batas kerugian (stop loss). Hal ini penting agar kerugian tidak terus membesar jika harga bergerak berlawanan. Umumnya, risiko maksimal per transaksi sebaiknya hanya sekitar 1–2 persen dari total modal.

2. Hindari Overtrading dan Keputusan Emosional
Tidak semua kondisi pasar cocok untuk trading. Saat pasar sedang tidak jelas arahnya atau sideways, sebaiknya menahan diri. Hindari juga keputusan yang didorong oleh emosi seperti FOMO atau hanya mengikuti rumor.

3. Fokus pada Beberapa Saham Saja
Alih-alih memantau terlalu banyak saham, lebih baik fokus pada 3–5 saham yang likuid dan aktif bergerak. Dengan begitu, Anda bisa lebih memahami pola pergerakannya dan mengambil keputusan dengan lebih tenang.

4. Gunakan Manajemen Risiko
Manajemen risiko tidak hanya soal stop loss, tetapi juga mengatur ukuran posisi. Jangan menggunakan seluruh modal dalam satu transaksi agar risiko tetap terkendali. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

25 mins ago

Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Maksimal Rp10.000

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More

41 mins ago

Wacana Pemotongan Gaji Pejabat Diminta jadi Gerakan Disiplin Fiskal Nasional

Poin Penting Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad menilai wacana pemotongan gaji pejabat yang… Read More

48 mins ago

Bank Maspion Kantongi ‘Dana Segar’ USD285 Juta dari KBank, Perkuat Likuiditas Kredit

Poin Penting PT Bank Maspion Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman USD285 juta dari KASIKORNBANK Public… Read More

56 mins ago

IHSG Jelang Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri Ditutup Naik 1,60 Persen ke Level 7.106

Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,20 persen ke level 7.106,83 pada perdagangan Selasa (17/3), menjelang… Read More

1 hour ago

Survei Amar Bank Sebut 87 Persen Responden Alami Kenaikan Pengeluaran di Periode Lebaran

Poin Penting Survei Amar Bank terhadap 1.600 responden menunjukkan 87 persen masyarakat mengalami kenaikan pengeluaran… Read More

2 hours ago