Tips & Trick

Cara Jitu Menghindari Kesulitan Finansial di Usia Senja

Jakarta – Memiliki masa tua yang bahagia dan sejahtera menjadi impian semua orang. Sebab, tak satu pun manusia menginginkan masa senja dengan kondisi kesehatan menurun, namun harus memikirkan masalah keuangan.

Pertanyaannya, sudah sejauh mana Anda mempersiapkan segala usaha untuk mewujudkan masa tua bebas masalah keuangan?

Perencana Keuangan dari Advisor Alliance Group Andy Nugroho mengatakan, untuk menghindari masa senja yang bermasalah secara keuangan, sebaiknya dari muda sudah mulai merencanakan dana pensiun.

Baca juga: OJK Berikan Tips Jitu Perencanaan Keuangan, Apa Saja?

“Artinya bila kita sudah mulai masuk masa pensiun dan sudah tidap aktif mencari nafkah lagi, maka kita punya tabungan yang cukup untuk kehidupan sehari-hari sejak pensiun hingga meninggal dunia,” kata Andy, saat dihubungi Infobanknews, Kamis (7/9).

Ia pun menjelaskan, bagaimana cara menghitung estimasi kebutuhan dana pensiun. Misalnya, pengeluaran bulanan seseorang saat ini Rp5 juta/bulan dan akan memasuki pensiun di usia 55.

Sementara usia harapan hidup orang Indonesia saat ini, yakni 71 tahun. Maka, tabungan tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan hidup seseorang selama 71 – 55 = 16 tahun. 

“Dana yang dibutuhkan yakni Rp5 juta x 12 bulan x 16 tahun = Rp960 juta. Namun, angka tersebut tentunya masih perkiraan kasar karena juga harus menghitung tingkat inflasi,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk bisa mendapatkan dana sebesar itu, selain mendapatkan penghasilan secara aktif, sebaiknya juga ditambahkan dengan menggunakan berbagai instrumen investasi atau tabungan.

Baca juga: Fenomena YOLO dan FOMO jadi Tantangan Milenial Kelola Keuangan, Ini Tips dari OJK

Misalnya, saham, reksadana berbasis saham atau berbasis balanced fund, logam mulia, dana pensiun lembaga keuangan, properti, agribisnis hingga mengelola bisnis (baik berupa bisnis konvensional ataupun bisnis jaringan).

Adapun kepemilikan asuransi yang sebaiknya disiapkan di masa tua adalah asuransi kesehatan, minimal BPJS. Hal ini kata dia, seiring bertambahnya usia maka tingkat kesehatan seseorang semakin lemah.

“Apabila dananya masih ada, sebaiknya juga memiliki asuransi yang mengcover penyakit kritis,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

8 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

8 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

8 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

8 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

8 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

9 hours ago